Gaya Hidup

Komunitas Folk Mojokerto

Tak Hanya Explore Tempat Wisata, Anggota Diajarkan Abadikan Gambar Menarik

Mojokerto (beritajatim.com) – Berdiri sejak 9 Desember 2017, komunitas Folk Mojokerto kini memiliki anggota hingga 50 orang. Tak hanya explore tempat wisata yang ada di Mojokerto, komunitas ini juga mengajarkan anggotanya bisa mengabadikan gambar menarik. Tak heran jika komunitas ini akhirnya menjadi jujukan kaum milenial.

Ketua Folk Mojokerto, Fahmi Umarok mengatakan, komunitas tersebut didirikan untuk memberikan wadah bagi anggotanya yang sehobi terutama fotografi dan explorasi. “Supaya teman-teman yang sehobi bisa menyalurkan bakatnya dan belajar bersama untuk membuat sebuah konten menarik,” ungkapnya, Selasa (5/3/2019).

Masih kata Fahmi, yakni membuat konten untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Mojokerto khususnya wisata alamnya. Dari sekitar 50 anggota yang saat ini terdaftar, didominasi kalangan milenial. Namun demikian masih ada beberapa dari kalangan umum.  Mereka tidak hanya yang tinggal di Mojokerto.

“Rata-rata anggota kami dari Mojokerto sendiri, tapi ada juga yang luar kota seperti Sidoarjo, Malang dan Jombang. Kita mempunyai kegiatan rutin untuk berbagi ilmu dan saling mengenal antara anggota, biasanya sharing di tempat ngopi dan mengadakan kemping bareng atau explore bareng,” katanya.

Dalam kegiatan bareng tersebut, lanjut Fahmi, diharapakan bisa menjalin silaturahmi dan sharing ilmu baru antar anggota. Karena di Folk Mojokerto, selain anggota diajak explore tempat-tempat wisata yang ada di Mojokerto, juga diajarkan mengabadikan gambar. Baik foto atau video dengan seni visual yang memukau.

“Jadi di komunitas kita ini tidak hanya diajari berpetualang tapi juga diajari cara mengabadikan gambar dan momen yang keren. Kita tidak hanya explore tapi fokus di konten, jadi explore dan publikasi harus kreatif. Selebihnya untuk contoh konten hasilnya bisa dicek di Instagram Folk Mojokerto,” jelasnya.

Fahmi mengungkapkan, di Folk Mojokerto memang fokus explore tempat wisata yang ada di Mojokerto, namun beberapa kali kegiatan dilakukan di luar Mojokerto. Seperti paralayang di Kota Batu, dan Coban Ralun di Gunung Bromo, Probolinggo. Di Mojokerto sendiri, sudah banyak tempat wisata yang di explore Folk Mojokerto.

“Banyak. Khususnya di wilayah Mojokerto sendiri seperti Coban Watu Ondo, Tahura R Soerjo, candi-candi dan situs peninggalan Kerajaan Majapahit, hutan pinus Nogosari, Waduk Tanjungan, wisata di Trawas serta bukit dan gunung. Seperti Bukit Watu Jengger. Kami berharap komunitas ini semakin berkembang dan terus memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Fahmi menambahkan, jika kaum milenial Mojokerto ingin bergabung dengan Folk Mojokerto bisa menghubungi melalui Instagram Folk Mojokerto. Dengan cara mengirim pesan ke admin dan follow Instagram Folk Mojokerto serta mengikuti kegiatan yang digelar Folk Mojokerto agar bisa mengenal antar anggota.

“Tinggal follow Instagram kita, Folk Mojokerto dan kirim DM ke admin, ikut agenda kopdar bareng biar bisa mengenal satu sama lain. Jadi tidak ada syarat khusus untuk yang ingin gabung, kita sangat welcome kepada siapa saja yang mau belajar dan gabung dengan komunitas kami,” tegasnya .[tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar