Gaya Hidup

Tak Ada Event, Pelaku Usaha Pameran di Jatim Pasrah

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Imbas pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan tak ada event hingga sekarang menyebabkan pelaku usaha pameran yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Kovensi Indonesia (Asperapi), Jawa Timur hanya bisa pasrah.

Ketua Asperapi Jawa Timur Yusuf Karim Ungsi mengatakan, sejak Maret hingga Oktober 2020 praktis baru seminggu yang lalu baru dapat kerjaan. Padahal, dibanding tahun sebelumnya menjelang akhir tahun lagi ramai-ramainya.

“Dari 70 anggota yang fokus ke bisnis MICE dan masih bertahan, atau survival moved sedikit sekali. Itupun sebagian besar tenaga kerjanya di off-kan semu akibat tak ada event,” katanya saat berada di Gresik, Senin (12/10/2020).

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan, saat ini pelaku usaha pameran hanya bisa standby menunggu event yang belum pasti. Antisipasinya agar bisa produktif di masa pandemi seperti sekarang. Asperapi terus berkomunikasi dengan pemangku kebijakan serta sosialisasi agar event MICE tetap berjalan.

“Bisa mulai dari yang kecil dulu. Misalnya, pameran-pameran bisa dizinkan asal memenuhi syarat protokol kesehatan. Kalau soal itu, pasti dipenuhi persyaratannya daripada tidak sama sekali. Tapi, jika dipaksa terus lewat daring dampaknya tidak ada efeknya. Sebab, ekonomi malah tidak berjalan sampai ke bawah,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada kesepakatan bersama, atau duduk bareng guna menentukan solusi bersama. Jadi melibatkan unsur terkait ada dari Kepolisian, Kemenkraf, Kemendag, serta Gubernur yang menghimbau supaya Walikota/Bupati tidak mempersulit pelaku usaha pameran.

“Jadi kondisi sekarang kami sangat berharap kepada pemerintah agar perlahan-lahan event dimulai lagi meski wajib mengedepankan protokol kesehatan,” urainya.

Sementara itu, Kordinator Pengembangan Jejaring dan Kapasitas Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran atau MICE, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) Titik Lestari menyatakan bahwa untuk mendongkrak MICE di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap melakukan sesuatu namun bukan skala besar. Adanya sosialisasi cleanliness, health, safety and enviroment sustainability (CHSE) atau protokol kesehatan pada sektor MICE.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi CHSE. Ternyata mereka pelaku wisata MICE di daerah sangat antusias,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sepanjang ada standar operation (SOP) terkait MICE dan tetap mengkedepankan protokol kesehatan (CHSE) maka secara tidak langsung memutus mata rantai virus Covid-19. “Tadi sebelum digelar sosialisasi CHSE maka pesertanya harus wajib rapid tes atau swab. Cara-cara seperti bisa dilakukan supaya MICE tetap berjalan,” imbuhnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar