Gaya Hidup

Tahanan Ini Nikah di Tanggal Tanggal Cantik

Tahanan Polres Bojonegoro usai melangsungkan akad nikah di Masjid Al Ikhlas Polres Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanggal cantik menjadi salah satu pilihan untuk membuat momentum agar lebih mudah diingat. Seperti hari ini, Kamis 20/02/2020. Oleh seorang tahanan di Mapolres Bojonegoro dipakai untuk meminang pujaan hati.

Pemuda berinisial AE, (20) warga Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, yang saat ini sedang ditahan karena masih menjalani proses penyidikan itu mempersunting calon istrinya ER, (21) warga Kecamatan Sugihwaras di masjid kompleks Mapolres Bojonegoro.

Prosesi akad nikah dipimpin oleh penghulu atau pejabat dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sugihwaras, Ali Musthofa, disaksikan oleh saksi dari kedua mempelai. Disaksikan Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, dan sejumlah pejabat utama Polres Bojonegoro.

Akad nikah selesai. Keduanya kemudian sah menjadi pasangan suami istri. Setelah prosesi akad nikah selesai AE kembali ke tahanan Mapolres Bojonegoro dengan pengawalan polisi, sedangkan istrinya kembali pulang.

Penghulu dari KUA Kecamatan Sugihwaras, Ali Musthofa, dalam wejangannya kepada mempelai mengatakan agar setelah menikah keduanya dapat menjalin komunikasi dengan baik, saling bantu dan menerima kekurangan pasangannya.

Ali Musthofa juga berpesan kepada kedua mempelai untuk selalu menjalin tali silaturrahmi dengan kedua orang tua masing-masing, dan kepada orang tua dari pasangannya. “Setelah menikah, harus saling memberi maaf dan menerima kekurangan pasangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan menuturkan, bahwa kegiatan akad nikah yang digelar di Polres Bojonegoro tersebut sesuai permintaan dari tersangka yang mengajukan hak-haknya, yang salah satunya adalah melangsungkan pernikahan dan Polres Bojonegoro memfasilitasi.

“Kami jajaran Polres Bojonegoro memfasilitasi keinginan yang menjadi hak dari saudara kita yang sedang berhadapan dengan hukum,” tutur Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan.

Kapolres Bojonegoro menambahkan, tersangka AE, (20) saat ini sedang menjalani proses penyidikan dalam perkara curas, sehingga terhadap tersangka dilakukan penahanan di ruang tahanan Mapolres Bojonegoro.
“Perkaranya saat ini ditangani oleh penyidik dari Sat Reskrim Polres Bojonegoro,” tutur Kapolres.

Diakhir keterangannya, Kapolres Bojonegoro kembali menegaskan bahwa dalam proses penahanan terhadap tersangka, pihaknya tidak menghilangkan atau mengurangi hak-hak dari tersangka.

“Legalitas dan legitimasi daripada hak tersangka yang mengajukan permohonan untuk melangsungkan pernikahan, kita fasilitasi,” pungkas mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim.

Di tempat yang sama, saat ditemui usai melangsungkan pernikahannya, AE dengan muka berseri-seri mengaku merasa lega. “Saya juga tidak menyangka bakal menikah dengan kondisi seperti ini. Gara-gara perilaku saya jadi seperti ini, tapi tetap harus saya syukuri karena diberi kesempatan untuk menikah,” ujar AE. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar