Gaya Hidup

Surabaya Terapkan Kembali Pyshical Distansing, Pedagang di Kawasan Terdampak Menjerit

Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya kembali menerapkan physcal distanding mulai Jumat malam, 3 hingga 9 Juli 2020 di tiga titik ruas kota yakni Raya Darmo, Tunjungan dan Pandegiling. Hal ini tentu membuat para pedagang di sekitar kawasan jalan menjerit, salah satunga kedai ketan punel yang berada di kawasan Raya Darmo ini. Baru satu minggu kembali berjualan pasca transisi new normal, kawasan Darmo kembali ditutup mulai dari jam 21.00 hingga 05. 00.

Menurut Wahyu Jempol, pemilik kedai ketan punel itu terkejut dengan pemberitahuan Polrestabes Surabaya yang terkesan mendadak. Namun ia bersama karyawannya tetap membuka kedainya meski merubah jam buka.

Jika biasanya ia membuka kedainya mulai pukul 15.00 hingga 23.00, kini dengan ada pemberlakukan physical distancing ia harus membukan kedainya mulai pukul 12 00 hingga 20.00.

“Kami memutuskan untuk tetap buka apapun kebijakan yang diterapkan. Kami siasati dengan cara mengambil celah jam jam tsb. Alhasil kami merubah jam buka dengan buka siang hari selama jl raya darmo ditutup yakni buka jam 12 siang sampai jam 20.00,” ungkap Wahyu, Jumat (3/7/2020).

Lebih lanjut, Wahyu Jempol menjelaskan sebagai warga negara dan pedagang yang mencari kehidupan di Surabaya harus tetap mematuhi aturan. Meskipun jelas dampak penerapan ini mengurangi pendapatan dari penjualan ketan.

“Kalau tidak pysichal distancing pendapatan mulai dari jam 20.00 sampai jam 23.00 malam bisa sampai 2 juta, tapi tidak tahu bagaimana penurunan penghasilannya yang jelas semoga tidak berdampak terutama hingga harus tutup, kasihan karyawan,” imbuhnya.

Diketahui Polrestabes Surabaya yang di setujui Pemerintah Kota Surabaya memberikan keputusan secara mendadak memberlakukan kembali pysichal distancing. [way/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar