Gaya Hidup

Strategi Usaha FnB Saat Pandemi, Mahasiswa 20 Tahun Ini Justru Buka 2 Resto

Jonathan Siandy mahasiswa yang menjadi pengusaha muda di Surabaya.(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Jonathan Siandy, pemuda berusia 20 tahun asal Surabaya ini kini tengah menjalani profesinya sebagai pebisnis muda yang sukses merambah industry food and beverage. Pembuka resto berkonsep garden restaurant satu-satunya di Surabaya yakni Deforest yang berlokasi di Jl. Trunojoyo no.91 Surabaya ini pun berbagi pengalaman menjadi pengusaha muda.

Namun dibalik kisah kesuksesannya ini, banyak sekali hal yang harus ia lewati. Mulai dari berjualan plastik hingga dapat mendirikan restoran berkonsep fine dining nuansa taman yang sejuk dan instagramable yang memanjakan lidah penikmatnya dengan sajian hidangan kombinasi rasa Indonesia dan Western.

“Yakin bisa, yakin sukses, atur keuangan, dan terus berusaha mencari solusi. Itu kunci pokok dari kesuksesan. Karena kegigihan adalah modalnya. Bukan uang atau modal besar saja,” cetusnya kepada beritajatim.com, Minggu (16/8/2020).

Pemuda yang akrab dipanggil Jo ini mengawali bisnisnya dari sebuah toko plastik sederhana yang menjual beraneka ragam kemasan, kantong, dan kebutuhan berbahan dasar plastik lainnya di daerah Pakuwon Surabaya. Di situ Jo mengawali bisnis sejak 2017 lalu saat dia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dari pengalaman inilah Jonathan Siandy banyak belajar mengenai management dan serunya berbisnis. Dari toko ini pula, Jonathan Siandy pelan-pelan mengumpulkan modal untuk dapat mendirikan bisnis dibidang lain demi impiannya menjadi pebisnis kuliner yang sukses tidak hanya di Surabaya tapi juga Indonesia.

Bermodalkan keyakinan dan konsep yang matang, ia banyak belajar juga dari sang Ayah yang sudah lebih dulu mengelola bisnis kuliner “Warung Ipang” yang namanya sudah banyak dikenal masyarakat dan memiliki banyak cabang diseluruh Indonesia.

“Keyakinan dan konsep tersebut kami kembangkan hingga terbentuklah De Forest yang mulai dibuka untuk umum di bulan Maret 2020. Namun kemudian tidak melayani makan ditempat mulai april 2020 karena covid 19, hanya berlaku delivery order saja. Dan sekarang kita sudah kembali buka dengan menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Tak hanya berhenti disitu, pandemi membuat sebagian roda ekonomi dan beberapa bisnis terhenti begitu saja di banyak tempat. Namun hal ini tidak menghentikan Jonathan Siandy dalam berusaha mempertahankan bisnisnya agar tetap dapat berjalan.

Seiring dengan anjuran pemerintah untuk ditutupnya tempat-tempat makan, Jonathan Siandy memutar otak agar ia tetap mendapat pemasukan dan roda ekonomi tetap dapa berputar. Ia memikirkan cara agar orang-orang yang sedang stay at home tetap dapat menikmati kuliner dengan cita rasa bintang lima di atas meja makan rumah mereka.

Oleh karena itu, Jo membuat ide bisnis berupa Jo’s Kitchen yang menyajikan hidangan berupa ayam kalasan, ayam panggang, bebek panggang porsi 1 ekor dengan resep rumahan asli yang ia pasarkan melalui mulut ke mulut dan melalui sosial media dengan jasa delivery order. Sebab cara ini dapat memudahkan orang-orang untuk dapat menyantap hidangan nikmat tersebut bersama keluarga selagi stay at home. Dukungan keluarga dan teman-teman terdekat Jonathan Siandy membuatnya optimis untuk bertahan ditengah keadaan. “Namanya kita pengusaha, pasti kewajibannya ya berusaha,” begitu ungkapnya.

Hingga kini De Forest sudah dibuka kembali, ia menginginkan semua orang dari semua kalangan dapat datang dan menikmati hidangan yang disajikan bersama dengan keluarga dan sahabat. Komitmen dan tekad yang kuat dari seorang Jo membuktikan bahwa usia tidak bisa menjadi tolak ukur untuk mengukur kedewasaan orang dan kematangan berbisnis.

Jo mengungkapkan kiat suksesnya bertahan hingga saat ini ialah dengan pintar-pintar mengambil hari customer entah itu dengan promo, services yang memuaskan, tidak lupa safety protocol dan kebersihan nomor 1. Diusianya yang kini menginjak 20 tahun, Jonathan Siandy berhasil membuktikan bahwa pandemic bukan alasan kita untuk berhenti berusaha. Karena memutar roda ekonomi guna menuju hidup yang mandiri dan tidak merepotkan orang tu. Serta dapat menikmati hasil yang memuaskan dimasa yang akan datang. Bahkan untuk berbagi bersama rekannya, Jo kerap membagikan tulisan dan kegiatan sehari-harinya melalui akun instagram @jonathan_siandy.

“Satu pesan yang harus kita ingat terus. Pepatah bersusah susah dahulu bersenang-senang kemudian itulah kalimat yang tepat agar kita tak patah semangat dalam menghadapi kondisi apapun,” pungkas Jo.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar