Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Siswa di Pamekasan Belajar Membatik Sejak Dini

Indy Zakiya Abdi (kerudung biru) belajar membatik di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Coronavirus Disease 2019, dimanfaatkan anak-anak usia dini untuk belajar teknik membatik kepada para pebatik di Pamekasan.

Salah satunya dilakukan oleh Indy Zakiya Abdi, siswa Kelas 6 SDN Kowel 3 Pamekasan bersama teman sebayanya, ia memanfaatkan waktu luang untuk belajar membatik. Apalagi selama ini, proses pembelajaran di sekolah juga menerapkan sistem daring alias online.

Terlebih belajar membatik juga sangat didukung oleh keluarga, tujuannya sebagai upaya memotivasi agar selalu dapat melestarikan budaya membatik yang sudah mulai jarang dilakukan oleh para generasi muda.

“Kami merasa sangat senang karena diajari membatik, apalagi membatik juga hampir sama dengan bermain jualan seperti yang kami lakukan bersama teman-teman saat libur sekolah,” kata Indy Zakiya Abdi, Kamis (12/8/2021).

Selain itu, kesenangan belajar membatik juga tidak lepas dari motivasi yang diberikan oleh keluarganya yang memang berprofesi sebagai pebatik. “Selama tidak belajar di sekolah, kami lebih sering berada di rumah. Sehingga kami isi dengan belajar membatik ke nenek,” ungkapnya.

“Awalmya memang malas, karena sangat sulit cara belajar membatik. Apalagi cara memegang canting (alat pembentuk motif) juga harus dilakukan dengan telaten,” sambung putri pasangan Abd Samad dan Niamatus Zahrah.

Namun hal tersebut tidak membuatnya patah semangat, ia bersama teman-teman sebayanya terus berupaya untuk terus belajar membatik. “Memang sangat sulit, tapi harus tetap semangat belajar. Minimalnya saat ini kami sudah tahu cara membatik yang baik,” jelasnya.

“Intinya bagi kami bisa tahu bagaimana proses membatik, serta tahu kalau batik sebagai warisan budaya nenek moyang yang harus senantiasa kita lestarikan. Kalau bukan kita siapa lagi,” pungkasnya. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan