Gaya Hidup

Sisi Lain Pulau Giliyang: Indahnya Sunrise di Pantai Ropet

Sumenep (beritajatim.com) – Siapa sih yang tidak suka melihat cantiknya matahari terbit? Nah, itu bisa didapatkan jika mengunjungi Pantai Ropet di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.

Bagi yang datang ke Pulau Giliyang, tidak sekedar bisa menikmati kemurnian oksigen terbaik kedua di dunia, tetapi juga bisa menatap sapaan matahari kala pagi.

Dari tempat perahu sandar setiba di Pulau Giliyang, hanya berjarak sekitar 3 km untuk sampai di Pantai Ropet. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda tiga yang tersedia di Pulau Giliyang. Sambil menikmati perjalanan menuju Pantai Ropet, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan indah jejeran pohon kelapa.

“Melihat sunrise di Pantai Ropet ini cantiik sekali. Gak rugi saya menginap di Pulau Giliyang. Bisa menikmati oksigen yang bagus, dan bisa melihat matahari terbit yang cantik,” kata Wiwin, salah satu tamu dari Surabaya.

Bentuk pantai Ropet ini terbilang unik karena melengkung ke dalam seperti sebuah teluk. Air laut di pantai Ropet juga sangat bening, sehingga bisa memudahkan kita untuk bisa melihat dengan jelas terumbu karang yang ada di bawah laut. Hampir setiap sudut Pantai Ropet ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berselfie dan mengambil gambar. Jadi bagi yang hobi fotografi, eksotisnya pantai ini menjadi spot keren untuk mencoba ketajaman kamera.

Nah.. bagi para petualang wisata alam, rugi rasanya kalau tidak berkunjung ke Pantai Ropet di Pulau Giliyang ini. Silahkan bermalam di Pulau Giliyang. Meski belum ada hotel, tetapi tidak perlu khawatir bagi yang ingin menginap. Cukup banyak ‘home stay’ milik warga yang ramah untuk dijadikan tempat nermalam. Tarifnya bersahabat dan ada sambutan hangat penduduk setempat.

Yang mulai penasaran dengan pulau ini, silahkan dibuktikan dengan datang sendiri. Jangan khawatir, tidak sulit untuk mencapai Pulau Giliyang. Pengunjung bisa naik perahu rakyat dari Pelabuhan Dungkek. Bisa dengan sistem carter, atau bisa juga reguler. Tarifnya pun sangat bersahabat. Untuk perahu regular, cukup Rp 20.000 per orang. Sedangkan carter 1 perahu, berkisar Rp 400.000. Pengunjung akan diantar ke Pulau Giliyang dan ditunggu hingga selesai berwisata, kemudian diantarkan kembali ke Pelabuhan Dungkek. [tem/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar