Gaya Hidup

Sisi Buku Kita, Komunitas Sosial Penggerak Literasi Buku di Nganjuk

Nganjuk (beritajatim.com) — Sudah menjadi hal biasa jika saat ini kegemaran membaca buku digantikan kebiasaan senam jempol di atas layar gadget. Jangankan orang dewasa, anak-anak pun turut berperan dalam fenomena ini. Alhasil, manfaat dan nilai guna buku pun dikesampingkan.

Kondisi tersebut menjadi alasan utama terbentuknya komunitas Sisi Buku Kita. Hal lain yang membuat komunitas asal Nganjuk ini mantap untuk didirikan, yakni ketika beberapa pengurusnya mengikuti seminar literasi buku. Selain itu, keberadaan e-book yang merajalela juga menjadi pertanyaan utama mereka.

Mengapa persebaran e-book di Indonesia jauh lebih banyak dari buku biasa? Parahnya lagi, seseorang dapat memiliki dokumen e-book dengan jumlah yang tak terhingga. Tak menutup kemungkinan pula jika e-book ini didapat secara cuma-cuma melalui link-link yang beredar di media sosial.

Bergerak pada bidang sosial dan literasi, komunitas yang lahir di Nganjuk pada 21 Februari 2020 ini memiliki dua asas penting, “Sisi Buku” dan “Sisi Kita”. “Sisi Buku” bertujuan mengajarkan kawula muda untuk memelihara dan merawat buku. Lalu “Sisi Kita” berusaha mengembalikan esensi kegiatan membaca buku.

“Satu hal yang menjadi landasan saya dan kawan-kawan untuk membangun komunitas Sisi Buku Kita adalah adanya kesadaran di dalam diri kita mengenai pergerakan sosial,” terang Moch. Afdli Fajar (22), alumni Universitas Muhammadiyah Malang, ketua Sisi Buku Kita kepada beritajatim.com, Senin (17/8/2020).

Dengan beranggotakan 16 orang, komunitas Sisi Buku Kita memiliki tiga program utama untuk digarap. Pertama, literasi buku. Kegiatan program literasi buku yaitu mengirimkan buku-buku ke berbagai sekolah dan panti asuhan. Kedua, buku masa depan. Melalui buku masa depan, Sisi Buku Kita membentuk ruang atau pojok baca di tempat-tempat umum, seperti alun-alun. Selanjutnya, ada program Sisi Buku Mengajar. Para anggota komunitas turun langsung di daerah-daerah pinggiran yang kekurangan tenaga pengajar untuk memberikan edukasi dan membudayakan gerakan literasi.

Yusuf Arif Lukman (22), wakil ketua komunitas menuturkan, Sisi Buku Kita juga turut berupaya membantu masyarakat yang terdampak era pandemi ini dengan kegiatan bagi-bagi sembako. Selain itu, perekrutan anggota baru juga sedang dilakukan oleh komunitas Sisi Buku Kita.

“Adanya perekrutan anggota baru diharapkan agar komunitas ini bisa melebarkan sayapnya selain di Nganjuk. Sudah ada rencana di Jombang dan Malang juga,” ungkap Yusuf yang juga merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Malang itu. “Ya semoga komunitas ini bisa semakin bermanfaat dalam gerakan literasi. Harapan lainnya semoga banyak kelahiran komunitas lain di bidang serupa,” tambahnya. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar