Gaya Hidup

Sierra Soetedjo Akan Perform di Reyog Jazz Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Gelaran reyog jazz Ponorogo tinggal satu hari lagi. Beberapa musisi jazz tanah air, mulai berdatangan ke bumi reyog. Sebut saja Fariz RM, Sierra Soetedjo, Tiyo Alibasjah, Franky Sadikin, Danny Chasmala, Donny Kuswinarno. Mereka akan perform di panggung artistik di atas telaga Ngebel pada Sabtu (12/10/2019). Selain itu juga ada musisi luar negeri yakni Yvon Thibeault dari Kanada dan Gala Ga dari Rusia. Musisi luar negeri ini akan bermain bareng dengan musisi jazz lainnya.

Sierra Soetedjo yang ikut dalam press conference mengungkapkan rasa senangnya bisa ambil bagian dalam reyog jazz yang kedua ini. Dia menyebut, reyog jazz beda dengan event jazz lainnya. Karena selain eksotik berada di atas telaga Ngebel yang pemandangannya sangat indah. Musik jazz juga akan berkolaborasi dengan kesenian reyog. Baik itu musik dan tariannya, dimana kesenian tradisional reyog ini sudah terkenal di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Sierra Soetedjo akan tampil berkolaborasi dengan Tiyo Alibasjah pada gitar dan Donny Kuswinarno pada sexophone. Dia tampil sekitar jam 7 malam. “Ayo semua ramaikan acara besok, pasti akan seru banget,” katanya saat press conference Reyog Jazz Ponorogo di Taman Sooko Sewu, Jumat (11/10/2019) sore.

Sementara itu Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menegaskan bahwa event reyog jazz ini untuk mempromosikan Ponorogo agar lebih dikenal oleh masyarakat di level Nasional maupun Internasional. Selain itu, dia berharap anak-anak Ponorogo mendapatkan ilmu dan pengalaman dari musisi senior. Karena juga ada kegiatan workshop musik jazz di salah satu perguruan tinggi di bumi reyog.

“Sekali lagi event jazz adalah media promosi yang efektif untuk memperkenalkan suatu daerah. Dan Reyog jazz tentu untuk mempromosikan Ponorogo,” katanya.

Di reyog jazz yang kedua ini, Ipong berharap akan lahir sebuah karya seni yang mengkolaborasikan musik-musik modern atau jazz dengan musik tradisional di Ponorogo. Atau yang lebih spesifik musik reyog itu sendiri. “Ini merupakan jazz telaga, karena berada panggungnya diatas telaga atau pegunungan yang suasana bagus,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar