Gaya Hidup

Sesepuh Seniman Lamongan Angkat Bicara Soal Ngamen Online

Cak Narto bersama Duo Mletre, Lala Widi dan Arlida Putra.

Lamongan (beritajatim.com) – Para pelaku seni di Lamongan melakukan kolaborasi dengan mencetuskan kegiatan Ngamen Online bertajuk ‘Kemerdekaan Seniman Lamongan’, yang berlangsung pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertempat di Gedung Pemkab Lamongan, Minggu (5/9/2021) malam.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Forkopimda Lamongan ini sengaja dilakukan untuk memfasilitasi para pelaku seni di Lamongan agar terus eksis meski ekosistemnya terdampak PPKM sebab Pandemi. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui aplikasi penyedia layanan streaming.

“Ngamen itu simbol dari profesi kaum pinggiran, yang tidak lagi punya pekerjaan. Kegiatan ini dilakukan secara online, karena menyesuaikan era digital revolusi industri 4.0 dan mengindari kerumunan. Selain itu, kegiatan ini juga bukanlah ajang bisnis dari seniman, tapi cara menyampaikan unek-unek para seniman dalam hal berkreatifitas, sehingga seniman tidak hanya pasif dan menunggu diberikan bantuan saja,” ungkap Cak Narto, selaku sesepuh seniman Lamongan, saat dihubungi, Senin (6/9/2021).

Lebih lanjut terkait pemakaian istilah ‘Kemerdekaan Seniman Lamongan’, Cak Narto memaparkan, bahwa hal itu disematkan sebagai bentuk ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76, sekaligus sebuah harapan dan doa dari seniman yang ingin merdeka dari pandemi Covid-19 dan bisa melakukan aktifitas seni dan profesinya kembali dengan lancar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan sejarah bagi seniman Lamongan yang melakukan Ngamen Online pertama kali di Indonesia, karena belum ada kegiatan serupa sebelumnya, dan menjadikan Lamongan menjadi barometer dari para seniman yang ada di kota atau kabupaten lain,” terang seniman yang punya khas suara pelo ini.

Tak hanya itu, Cak Narto juga menjelaskan, bahwa Ngamen Online merupakan cara yang dinilai lebih baik dan humanis daripada melakukan aksi protes melalui demonstrasi yang justru malah menimbulkan persoalan-persoalan baru dan tidak menyelesaikan masalah. Bahkan, berkat Ngamen Online ini, Pemkab dan seniman Lamongan mendapatkan apresiasi dari sejumlah seniman dari kota dan kabupaten lain.

“Saya juga berharap kepada teman-teman seniman Lamongan untuk tetap solid, sabar, dan selalu bekerjasama dengan pemangku kebijakan, utamanya tetap mematuhi aturan yang berlaku saat pandemi masih melanda. Pasca Ngamen Online ini, kami terus mengawal keluarnya surat edaran Bupati yang baru terkait dengan perijinan digelarnya kembali hajatan dan panggung hiburan hingga pelosok desa. Kita tunggu saja kabar baik ini,” sambung pria yang juga aktivis senior Lamongan tersebut.

Sejumlah Seniman Lamongan usai kegitan Ngamen Online.

Pada kesempatan ini, Cak Narto bersama para pelaku seni lainnya juga mengucapkan apresiasinya kepada Forkopimda Lamongan. Selama ini jajaran Forkompimda sudah memberikan perhatian dan kepeduliannya, dibuktikan dengan adanya sejumlah bantuan sembako kepada seniman beberapa waktu lalu, serta memberikan support moril terhadap para seniman di kala pandemi ini.

“Saya mewakili para seniman Lamongan mengucapkan terimakasih banyak kepada Forkopimda, utamanya kepada Bupati, Kapolres, dan Dandim 0812 Lamongan, serta kepada Bank Jatim atas suksesnya acara semalam. Pasca ngamen online ini, kami berharap tidak ada salah persepsi dan miss understanding dari Forkopimda, Forkopimcam, hingga Pemdes terkait surat edaran yang nanti dikeluarkan. Biar tidak menimbulkan kebingungan antara seniman dan pemangku kebijakan,” lanjut Cak Narto.

Di sela-sela acara, salah satu perwakilan dari seniman Lamongan, Mbah Kalap yang juga Ketua PSL turut menyampaikan keluh kesahnya kepada Forkopimda yang hadir. “Selama pandemi ini kami selaku seniman telah babak belur. Banyak pemilik sound yang menjual peralatannya untuk kebutuhan hidup, bahkan beberapa peralatan menjadi rumah baru bagi tokek dan cicak. Selain itu teman-teman seniman juga banyak yang banting setir profesi,” aku Mbah Kalap.

Dari data yang dihimpun, turut hadir dalam kegiatan Ngamen Online tersebut di antaranya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kapolres AKBP Miko Indrayana, dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono. Serta perwakilan dari Paguyuban Soundsystem Lamongan (PSL), Lamongan Dangdut Community (LDC), Comunitas Master of Ceremony (CMC), EO Kwade Lamongan, dan pelaku seni Lamongan lainnya.

Pada kegiatan yang menghadirkan sejumlah artis dangdut ternama ini, jumlah tiket yang terjual sebanyak 633 tiket, dengan harga Rp 20 ribu per tiket. Selain dangdut, kegiatan ini juga menyuguhkan beberapa penampilan tarian tradisional, seperti Tarian Kiprah Balun, Ganongan dan Barongan. Bahkan, Bupati Lamongan juga mendendangkan lagu berjudul ‘Menggapai Matahari’ bersama artis bintang tamu Lala Widi.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar