Gaya Hidup

Seru, Hewan Kurban Diarak Keliling Kampung Sebelum Disembelih

Malang (beritajatim.com) – Tradisi mengarak hewan kurban sebelum di sembelih pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban dilakukan oleh warga Kampung Temenggungan, Kota Malang, pada Minggu, (11/8/2019).

Tradisi ini telah berjalan sejak tahun 1975. Tradisi ini katanya merupakan siar dari para ulama Nahdatul Ulama kampung setempat. Hewan kurban ini diarak terlebih dahulu, agar darah hewan kurban segar dan mengalir deras saat disembelih.

Puluhan hewan kurban ini diarak keliling kampung oleh warga. Mereka berkeliling selain membawa hewan kurban juga melantunkan salawat dan takbir. Sebagian membawa spanduk, balon, hingga petasan.

Arak-arakan dibuat semeriah mungkin, karena kebetulan bebarengan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara warga sekitar yang telah menunggu di jalan-jalan sangat antusias menantikan arak-arakan ini sambil mengabadikan momen setahun sekali ini.

“Ya karena ini sudah menjadi tradisi jadi kami sayang kalau melewatkan arak-arakan hewan kurban ini. Ini meriah sekali kan, mudah-mudahan amal ibadah warga yang berkurban dicatat sebagai amal baik juga,” kata warga Temenggungan, Izza.

Sementara itu, ketua panitia Idul Kurban, Maulana Ababil menyebut bahwa generasinya ingin melestarikan tradisi yang telah berjalan puluhan tahun ini. Selain itu, dengan hewan kurban diarak, diharapkan menjadi semangat bagi warga untuk menjalankan ibadah kurban disetiap momen hari raya Idul Adha.

“Soal diarak, ini untuk mempuasakan hewan kurban agar aliran darah yang keluar lancar dan daging jadi segar. Karena sudah menjadi tradisi kampung dan tradisi ulama NU di Kampung Temenggungan,” tandasnya. (Luc)

Apa Reaksi Anda?

Komentar