Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sering Mengalami Moodswing, Ternyata ini penyebabnya, bukan hanya PMS!

pexels

Surabaya (beritajatim.com) Mood swing merupakan suatu perubahan suasana hati yang dapat dikatakan signifikan sehingga bisa datang dan pergi dalam waktu singkat. Faktanya, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dengan berbagai penyebab.

Biasanya pada wanita, mood swing merupakan suasana hati yang dapat terjadi sebagai bagian fluktuasi hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause. Bukan hanya itu, keadaan menjadi akibat dari kondisi medis yang membutuhkan perawatan khusus.

 

Sindrom pramenstruasi

Ini merupakan sebuah gejala yang dapat terjadi sekitar 1-2 minggu sebelum menstruasi. Faktanya, lebih dari 90 persen wanita mengalami gejala pramenstruasi sehingga mengalami perubahan suasana hati atau mood swing.

Dampak gangguan disforia pramenstruasi

Berbahaya jika pramenstruasi parah menyebabkan iritabilitas, kecemasan, atau depresi yang cukup signifikan dalam 1-2 minggu sebelum menstruasi dimulai.Namun, gejala biasanya membaik dengan segera setelah menstruasi. Dampak lainnya ketika semakin parah, beberapa orang mempertimbangkan untuk menginduksi menopause dini dengan minum obat, bahkan menjalani operasi.

Sedang mengalami proses Kehamilan

Salah satu dampak dari masa hamil adalah perubahan suasana hati biasanya dimulai selama minggu-minggu pertama setelah pembuahan. Ketika memasuki masa kehamilan ini menjadi suatu kemungkinan sehingga seseorang harus membeli tes kehamilan over-the-counter atau berbicara dengan dokter.

Menopause

Menopause merupakan fase seseorang berhenti menstruasi secara alami. Sebelum memasuki fase ini adalah perimenopause, ketika hormon reproduksi wanita menurun.

Biasanya, perimenopause dimulai ketika mencapai usia awal 40-an, bahkan kadang bisa dimulai lebih awal. Pada masa itu kadar estrogen dan progesteron berfluktuasi. Sedangkan Hormon yang dapat memengaruhi adalah produksi serotonin. Inilah yang Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala perubahan suasana hati.

Remaja yang mengalami Pubertas
Saat masa remaja kita akan melewati masa pubertas sehingga selama kadar hormon mereka berubah secara signifikan. Itulah yang menyebabkan emosi yang kuat dan perubahan suasana hati yang terjadi tiba-tiba sehingga lebih intens dari biasanya.

Keadaan kesehatan mental yang kurang stabil
Faktanya, beberapa kondisi kesehatan mental mampu mengalami perubahan suasana hati hanya saja terlepas dari siklus menstruasi. Bukan hanya itu, gangguan kepribadian ambang (BPD), gangguan bipolar, dan siklotimia dapat mengalami perubahan suasana hati yang signifikan akibat penggunaan obat atau penghentian.

Kondisi neurologis seseorang
Salah satu faktor lain yang membuat perubahan suasana hati adalah kondisi seperti migrain, penyakit Parkinson, demensia.

Pengaruh Obat-obatan
Obat memang baik untuk kesehatan atau menyembuhkan penyakit. Hanya ada beberapa dampak negatif pada suasana hati yang menjadi efek samping khususnya pada beberapa obat yang digunakan dokter dalam mengobati gangguan pada suasana hati. Antidepresan, kontrasepsi hormonal, dan steroid dari efek sampingnya ringan atau hilang. [prd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar