Gaya Hidup

Sering Diremehkan, Kenali Gejala Depresi Berikut Ini

Engin Akyurt, pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan mood. Depresi dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Depresi juga dianggap sebagai masalah yang umum. Banyak orang merasakan depresi dan menganggapnya biasa saja. NS Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa 8,1 persen orang dewasa Amerika berusia 20 tahun ke atas mengalami depresi dalam periode 2 minggu tertentu dari 2013 hingga 2016.

Orang mengalami depresi dengan cara yang berbeda. Depresi dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari, yang mengakibatkan hilangnya waktu dan produktivitas jadi lebih rendah. Depresi juga dapat mempengaruhi hubungan dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan kronis.

Beberapa orang tidak mengerti gejala-gejala dari depresi sehingga menganggapnya remeh. Berikut gejala-gejala depresi yang sering dianggap remeh.

Kehilangan minat

Salah satu gejala umum depresi yang dirasakan oleh manusia adalah kehilangan semangat melakukan hal-hal yang dia sukai, biasanya berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang awalnya sangat suka dilakukan, lambat laun berubah dan tidak berkeinginan untuk melakukan hal itu kembali.

Pola tidur

Kualitas dan jam tidur yang baik merupakan salah satu tanda manusia itu sehat, namun salah satu gejala depresi adalah kelelahan yang berlebihan, Insomnia dan juga bahkan tidak tidur sepanjang malam.

Lemahnya kemampuan kognitif

Fokus konsentrasi merupakan kemampuan yang penting bagi manusia untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka, namun pada orang-orang yang sedang depresi, ada waktu di mana mereka mengalami gejala melemahnya kemampuan berpikir, sehingga menjadi masalah bagi dirinya sendiri untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.

Pada dasarnya masalah Depresi ini adalah masalah yang krusial dan pelik, namun hanya karena tidak tampak bukan berarti masalah ini tidak pernah ada. Mengenali gejala-gejala Depresi akan membuat kita lebih aware terhadap kesehatan mental diri kita sendiri keluarga dan teman terdekat, yang berarti pada akhirnya kita akan lebih peduli satu sama lain terhadap masalah-masalah yang dihadapi, termasuk masalah depresi. [dep/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar