Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sering Dianggap Biang Masalah, Makan Kubis Baik Untuk Kesehatan

Foto oleh Laker dari Pexels

Surabaya (beritajatim.com) Sayuran yang banyak digunakan sebagai bahan pelengkap adalah Kubis. Kubis bisa ditemukan di makanan berkuah dan goreng. Contoh makanan kuah yang menggunakan kubis ada soto dan sop. Sedangkan makanan goreng yang memberikan tambahan kubis sebagai pelengkap pada nasi goreng, mie goreng dan capcay. Sayuran ini memiliki berbagai manfaat kubis yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tapi, ketika mengonsumsi kubis dengan berlebihan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh seperti gangguan saluran pencernaan, perut kembung, pengentalan darah dan hipotiroid. Maka kita perlu menjaga mengonsumsi kubis dalam kadar secukupnya saja.

Manfaat Kubis Bagi Kesehatan Tubuh

Faktanya, kubis mengandung gizi yang baik untuk kesehatan seperti kalium, natrium, serat, vitamin C, protein, kalsium, dan lain-lain. Biasanya, Kubis disebut sayur kol sehingga umumnya dikonsumsi dalam bentuk salad sayur, tumis, sup, dan lalapan. Bukan hanya itu, ada beberapa jenis kubis yang sering dikonsumsi masyarakat seperti kubis ungu, kubis sayoy, kubis napa atau sawi putih.

Salah satu manfaat dari Kubis adalah membantu meredakan peradangan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan beragam antioksidan di dalam kubis. Sulforaphane merupakan salah satu jenis antioksidan yang berfungsi sebagai anti-inflamasi. Selain itu, Kandungan senyawa antioksidan mampu membantu mengatasi peradangan di dalam tubuh termasuk infeksi.

Selain itu, mengkonsumsi kubis secara rutin dengan porsi yang cukup mampu membantu tubuh mendeteksi peradangan yang muncul dengan lebih mudah. Maka dari itu, semakin cepat tubuh mendeteksi bagian yang mengalami peradangan membantu sistem imun lebih mudah menyembuhkannya.

Sebagai salah satu sayuran yang kaya akan serat, Kol atau kubis memberikan asupan penting untuk menunjang kinerja sistem pencernaan. Selain itu, serat yang terkandung di dalam kubis termasuk jenis serat yang tidak larut dalam air. Maka, dia akan langsung ke saluran pencernaan karena tidak bercampur air ketika berada dalam tubuh.

Manfaat lainnya, jenis serat yang tidak larut dalam air membantu mencerna makanan dengan lebih baik dibanding jenis serat yang larut dalam air. Maka tentu saja ini akan membantu melancarkan sistem pencernaan sehingga mengurangi risiko susah buang air besar. [prd/esd]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar