Gaya Hidup

Sentra Tanaman Hias Gresik Jadi Objek Wisata Baru

Gresik (beritajatim.com) – Sentra tanaman hias Gresik yang membentang sepanjang 17 kilometer menjadi objek wisata baru. Objek wisata yang berada di kawasan Karangandong-Kesamben Gresik itu menjadi lahan rezeki pelaku usaha tanaman hias.

Para pelaku usaha itu menempati lahan 40 hektare. Uniknya, kawasan wisata baru tersebut melintasi tiga kecamatan mulai dari Driyorejo, Kedamean dan Wringinanom. Kawasan membentang di enam desa, mulai dari Karangandong, Banyuurip, Pedagangan, Soko, Kesamben Kulon.

Total ada 1.439 orang pelaku usaha tanaman hias. Sebanyak 70 persen lahan yang ditempati berstatus tanah kas desa (TKD).

Terkait dengan keberadaan wisata baru ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menuturkan, objek wisata ini tidak kalah dengan yang ada di kabupaten yang lain.

“Kami pemerintah siap menjadi marketing. Peran kepala daerah bisa berkomunikasi dengan investor, dan adanya 1.439 pelaku usaha tanaman hias merupakan modal yang luar biasa,” ungkapnya.

Guna melengkapi wisata ini, lanjut Gus Yani, dirinya akan menggandeng investor di sektor pariwisata untuk membangun taman rekreasi dan edukasi seperti yang ada di Kota Batu.

“Saya meminta tiga kecamatan mulai dari Driyorejo, Kedamean dan Wringinanom untuk memfasilitasi BPJS kepada para pedagang tanaman hias,” paparnya.

Bupati milenial ini akan meminta para perusahaan untuk menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) agar membeli tanaman dari para petani disini. “Tidak perlu beli jauh-jauh beli disini saja,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Eko Anindito Putro menambahkan adanya sentra tanaman hias tropis ini menjadi penumbuhan ekonomi baru. “Kedepan ada klinik konsultasi tanaman hias bagi para pelaku usaha,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar