Gaya Hidup

Sensasi Paralayang, Melihat Malang Raya di Malam Hari

Malang (beritajatim.com) – Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB. Jam yang seharusnya kebanyakan orang-orang untuk beristirahat karena lelahnya aktivitas pada siang hari. Namun, pukul tersebut kami manfaatkan untuk menjelajahi Batu, Malang pada hari itu.

Roda mobil semakin menambah kecepatannya untuk menaiki tanjakan. Jalan yang penuh tikungan tak menyurutkan semangat kami. Hawa pun semakin dingin.

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama dari Kota Batu, akhirnya sampai juga di salah satu lokasi yang menjadi andalan masyarakat Kota Malang dan luar daerah Malang sekalipun.

Tidak lain dan tidak bukan adalah Paralayang. Wisata paralayang berada di Jl. Arumdalu No.20, Songgokerto, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65312.

Sebelum memasuki lokasi sudah terlihat petugas yang berjaga dan petugas registrasi. Untuk biaya masuknya hanya Rp 10.000 saja. Jadi sangat hemat dikantong untuk bisa menikmati puncak bukit yang indah nan mempesona.

Setelah melewati pintu masuk, akan disambut lagi oleh penjaga parkir. Untuk biaya registrasi berbeda dengan biaya parkir jadi dibayar secara terpisah.

Kaki mulai menelusuri jalan setapak, berjalan sekitar 5 menit untuk ke atas. Namun jangan khawatir jalanan ke atas pun sangat bagus. Sebelum menaiki tangga terdapat fasilitas seperti musala dan wc umum yang terlihat di samping kiri jika menuju ke atas.

Sampailah pada puncak bukit Paralayang. Suasana alam raya malam hari yang gelap menambah keindahan ketika menengok ke bawah pemukiman yang begitu banyak lampu berkelap-kelip.

Salah satu anugerah yang sangat nikmat yang diciptakan oleh Tuhan. Didukung lagi dengan bintang-bintang yang mengedipkan cahayanya yang tak mau kalah dengan lampu penduduk. Perpaduan yang sangat luar biasa.

Bagi yang tidak terlalu kuat dingin harus menyiapkan jaket tebal. Jangan sampai kalian yang ingin menikmati suasana malam yang indah berubah menjadi kedingin dan tak terlalu menikmatinya. Terlihat begitu banyak pengunjung meskipun sudah malam hari. Banyak pengujung yang datang seperti rombongan keluarga kecil, teman sepermainan bahkan ada pula yang datang sendiri.

Sempat bertemu dengan salah satu pengunjung bernama Khoirul dan Anam yang berasal dari Malang.

“Sudah berapa kali datang ke Paralayang?”, tanya Wahyu reporter Beritajatim.

“saya sudah ketiga kalinya datang kesini mbak”, jawab Khoirul.

“Gimana rasanya ke Paralayang, apalagi mas sudah ke sini beberapa kali?, tanya lagi.

“Meskipun beberapa kali, ini menjadi tempat salah satu tempat yang indah mbak. Apalagi malam hari seperti ini. Pemandangannya bagus baget”, jawabnya lagi.

Bagi yang sudah beberapa kali datang, tak membuat orang kecewa akan keindahan pemandangannya malam hari. Memang tidak mengecewakan, karena benar-benar indah.

Disekitar bukit pula ada tempat spot foto-foto yang telah disediakan. Jadi jangan khawatir jika tidak menemukan spot yang bagus.

Berbicarak spot Paralayang, tentunya telah berjejeran warung-warung disampingnya. Ada berbagai jenis makanan dan minuman yang ditawarkan seperti, pop mie, mie instan, nasi goreng, kopi susu, susu jahe, teh, kopi, dan masih banyak lagi. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar