Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sensasi Lezatnya Nasi Goreng Rawon

Surabaya (beritajatim.com) – Makan nasi goreng mungkin sudah biasa. Namun apa jadinya jika makan nasi goreng rawon. Siapa sangka, rawon yang merupakan makanan berkuah bisa menjadi varian nasi goreng. Varian yang tak biasa itu disajikan di The Alana Surabaya.

Nasi goreng rawon rupanya menggunakan nasi yang sedikit berbeda dari nasi pada nasi goreng umumnya yang memakai nasi putih biasa. Nasi goreng Hainan memakai nasi Hainan yang sudah memiliki rasa gurih dengan tekstur yang tidak lembek.

Cara memasaknya pun cukup mudah. Jika tak memakai wajan teflon, maka wajan harus dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu baru masukkan minyak hingga wajan menjadi seperti teflon. Setelah itu bawang putih halus dimasukkan lalu disusul dengan telor.

“Jadi kuncinya wajannya harus benar-benar panas. Jika sudah berasap baru masukkan minyaknya. Setelah itu minyaknya dikurangi sedikit agar nasi gorengnya tidak terlalu berminyak. Kalau takut gosong apinya bisa dikecilkan terlebih dahulu,” ujar Executive Chef The Alana Surabaya, Susanto.

Usai bawang putih dan telor dimasukkan dan diorak arik, lalu masukkan nasi Hainan sekitar 160 gram untuk satu porsi. Agar bisa lebih maksimal, maka api bisa besarkan kembali. Setelah itu sekitar 30 gram kluwek yang sudah menjadi bumbu rawon dapat dimasukkan ke dalam nasi lalu diaduk.

Sembari diaduk, bisa ditambahkan kecap manis sedikit, cabar merah iris, bawang prei hingga potongan bawang merah. Jika suka dengan minyak ikan, maka bisa ditambahi minyak ikan. Jika ingin kuat, maka bisa juga ditambahkan penguat rasa. Jika dirasa sudah matang, bisa disajikan.

“Ini gampang sekali. Mungkin hanya butuh sekitar 10 saja untuk menggorengnya. Tapi nasi goreng itu ada dua varian. Ada yang nasinya benar-benar kering, ada juga yang suka tak terlalu kering sudah bisa disajikan untuk dimakan,” bebernya.

Bagaimana membedakan nasi goreng rawon gosong atau tidak. Menurut Chef Santo, hal itu bisa dilihat dari warga telor. Jika telor kelihatan gosong, maka itu berarti nasinya juga ikut gosong. Namun begitu, meskipun warnanya hitam, membedakan nasinya cukup mudah.

Sajian unik itu rupanya sengaja diciptakan untuk menyambut Hari Nasi Goreng Nasional yang jatuh April nanti. Sehingga festival nasi goreng itu sengaja diciptakan untuk memeriahkan makanan khas Indonesia itu. Tak hanya nasi goreng rawon, ada pula varian nasi goreng lainnya.

“Mulai nasi goreng ikan asin, teri, udang, sayur, kambing, sosis, semuanya ada. Ini menjadi menu pilihan nasi goreng yang bisa menemani sajian pada musim hujan seperti saat ini. Selain gurih, nasi goreng ini menjadi alternatif pecinta rawon,” jelasnya.[way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar