Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sempat Vakum Dua Tahun, Tradisi Malam Selawe di Gresik Kembali Digelar

dokumentasi

Gresik (beritajatim.com)– Setelah sempat vakum hampir dua tahun akibat adanya pandemi covid-19, perayaan tradisi malam selawe ramadan tahun ini bakal digelar kembali. Biasanya, saat menjelang perayaan itu sepanjang Jalan Sunan Giri Gresik dipenuhi pedagang. Namun, tahun ini untuk mengurai keramaian di Jalan Sunan Giri, Pemkab akan membuka stand UMKM di parkiran bus di Desa Sekarkurung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Sutaji Rudy mengatakan, perayaan Malam Selawe tetap dirayakan dengan protokol kesehatan. Juga melihat status Kabupaten Gresik masih di Level II PPKM. “Satgas covid-19 akan turun ke lokasi saat perayaan malam selawe agar tidak berjubel dan berdesakan para pengunjung,” tuturnya, Sabtu (24/04/2022).

Menurutnya, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Yakni untuk mengantisipasi kerumunan secara berlebihan. “Kami memanfaatkan parkiran bus digunakan untuk pameran agar tidak terlalu padat kerumunan,” ujarnya.

Seperti diketahui, biasanya jelang malam selawe sudah ada satu, dua hingga puluhan lapak berjejer di Jalan Sunan Giri saat jelang tradisi malam selawe. Namun, karena masih ada pandemi tradisi perayaan ini pun ramai hanya saat malam itu saja. Tidak seperti sebelum covid-19. ‚ÄúSemoga pandemi segera berakhir, dan ekonomi masyarakat kembali pulih,” ungkap Rudi.

Sementara itu, M.Muksin (45) salah satu pedagang kaki lima mengalami dengan dibukanya kembali tradisi malam selawe. Bisa dijadikan tambahan kebutuhan sehari-hari. Maklum sejak ada pandemi, tradisi ini sempat vakum hampir dua tahun. “Mudah-mudahan dengan adanya pasar malam selawe. Ekonomi para pedagang bangkit kembali dan pandemi covid-19 segera berakhir,” tandasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar