Gaya Hidup

Selamatan Jajanan Pasar, Tradisi Unik Warga Mojokerto Usir Covid-19

Mojokerto (beritajatim.com) – Tradisi unik diperingati warga Dusun Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto untuk mengusir virus corona (Covid-19). Aneka jajan pasar dibuat sebagai selamat warga namun hanya beberapa jenis jajan pasar yang bisa digunakan.

Ada empat jajan pasar yang digunakan sebagai selamatan warga. Yakni dadar gulung adalah jajanan tradisional yang terkenal dengan kelapa parut sebagai isinya. Agar terasa manis dan gurih, kelapa parut dimasak lalu dicampur dengan gula sebelum digulung bersama lapisan kulit.

Berikutnya, ketan sambel. Yakni ketan disandingjan dengan sambal dari bubuk kedelai berbumbu yang dicampur dengan parutan kelapa di atas ketan. Kemudian serabi yakni jajanan yang terbuat dari adonan tepung beras, gula, garam, pandan dan santan.

Dengan ciri khas pinggir serabi yang renyah dan tipis untuk tengahnya tebal dan dalam penyajiannya, diberi kuah santai yang di campur dengan gula. Sementara jajanan keempat yakni kucur. Jajanan ini terbuat dari tepung beras dan gula aren yang digoreng, cucur berbentuk tebal menggembung seperti gunung di bagian tengah dan tipis di pinggirannya.

Salah satu warga, Ratih (49) mengatakan, dalam selamatan tersebut tidak hanya menggunakan empat macam jenis jajanan saja, namun cara selamatnya pun ada perbedaan untuk setiap warga. “Jenis jajanannya menyesuaikan posisi rumah,” ungkapnya, Jumat (17/4/2020).

Masih kata ibu satu anak ini, untuk rumah warga yang menghandap ke timur maka jajanan yang dibuat selamatan adalah serabi dengan jumlah yang dibuat selamatan sebanyak 43 buah. Rumah yang menghadap utara yakni dadar gulung sebanyak 11 buah.

“Rumah menghadap ke barat, ketan sambel dengan jumlah 21 buah dan rumah yang menghadap selatan yakni kucur sebanyak 33 buah. Katanya 4 jajanan pasar itu memiliki arti, tidak tahu dari mana tradisi ini. Warga menyakini sehingga dilakukan bareng-bareng tujuannya agar virus corona segera berakhir,” katanya.

Ratih menjelaskan, untuk jajanan dadar gulung mempunyai arti agar Covid-19 bisa segera digulung. Ketan sambel agar virus corona yang menjadi pandemi tersebut lengket, serabi yang memiliki kuah santan agar Covid-19 bisa di tenggelam di dalam kuah tersebut.

“Untuk kucur dengan harapan Covid-19 bisa hancur. Untuk hari selamatan tidak ditentukan cuma ini tadi bareng-bareng saja, kemarin gang sebelah. Diharapkan dengan selamatan jajanan pasar ini agar pandemi Covid-19 segera berakhir jelang ramadhan sehingga saat ramadhan bisa dijalankan dengan tanpa perasaan khawatir,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar