Gaya Hidup

Selain Pameran Online, Perupa Tetap Butuh Galeri

Salah seorang pengunjung Nongkis Galeri sedang melihat karya lukis dalam pameran Jalan Perupa yang digelar oleh Sang Rupa Bojonegoro, Senin (6/1/2020).

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kemajuan teknologi memberi banyak pilihan untuk memanfaatkannya. Termasuk dalam hal seni rupa. Salah satunya dengan membuat katalog maupun pameran secara online.

Namun, meski lebih dimudahkan, ada hal yang masih tidak bisa digantikan selain bertemu langsung dan melakukan diskusi secara tatap muka. Ruang bertemu antar pengkarya yang saat ini dibutuhkan oleh para perupa.

Pemilik Nongkis Galeri yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto, Hendro Lukito mengatakan, dengan adanya galeri bisa menjadi kesempatan bagi pengkarya untuk saling bertukar pikiran secara langsung. “Galeri Nongkis ini diharapkan bisa menjadi ruang diskusi antara perupa lintas generasi. Sehingga bisa saling mengisi dan diskusi,” ujarnya, Senin (6/1/2020).

Selain sebagai ruang diskusi dan pameran karya, juga bisa menjaga spirit bagi perupa baik individu maupun yang sudah berkomunitas. Karena ada sirkulasi karya. “Spirit ini jika terjaga maka kualitas juga meningkat, silaturahmi juga terjaga,” ungkapnya.

Terbentuknya Galeri Nongkis, karena di Kabupaten Bojonegoro belum ada galeri, laboratorium, maupun museum yang menampung karya rupa. Sehingga, bisa menjadi alternatif untuk mendapat informasi tentang seni rupa di Bojonegoro.

“Karya yang sudah dipamerkan ini nanti akan ditata lagi yang memang akan dipamerkan secara berkala,” ungkapnya.

Pria yang juga sebagai tenaga pendidik itu menyebutkan, di Galeri Nongkis juga akan berperan mendistribusikan karya yang masuk. Serta membuka akses pertemuan antara pengkarya dengan penikmatnya.

“Sekarang sudah mulai ada beberapa pejabat, maupun pengusaha hotel yang datang. Sebagai galeri memang menjadi jembatan antara pengkarya dengan penikmatnya. Jejaring dengan dekranasda, perupa antar daerah dan komunitas lain,” pungkasnya.

Salah seorang perupa, Anugerah AH mengapresiasi dengan adanya galeri yang ada di Bojonegoro. Perupa yang memiliki khas goresan naifisme itu mengaku lebih semangat untuk berkarya karena mulai banyak perupa yang berkumpul dan beradu karya.

“Seminggu sekali sekarang pulang untuk mengeksplor lagi potensi Bojonegoro yang bisa menjadi inspirasi untuk berkarya,” ungkap perupa yang bekerja di Surabaya itu. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar