Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sekeluarga di Magetan Jadi Penjaga Perlintasan KA Selama 15 Tahun

Katini (55) saat menjaga perlintasan kereta api sebidang di Jalan Raya Ngawi Kartoharjo, Minggu (7/5/2022)

Magetan (beritajatim.com) – Terik matahari tak menyurutkan niat Katini (55) warga Desa Bayem Taman, Kartoharjo, Magetan, Jawa Timur untuk menjaga perlintasan kereta api di Jalan Raya Ngawi Kartoharjo. Dia dengan sigap segera memberikan peringatan pada pengguna jalan yang berlalu lalang untuk berhenti sejenak saat ada kereta lewat.

Katini bekerja bersama Sartono (69) sang suami. Jika mereka lelah, kedua anaknya bakal bergantian mengamankan perjalanan kereta api sekaligus mengamankan pengguna jalan di perlintasan.

Sudah genap 15 tahun lamanya mereka menjaga perlintasan kereta api tersebut. Mereka tak kenal lelah dan bahkan saat hari H Hari Raya Idulfitri (2/5/2022) kemarin, sekeluarga mereka tak merayakan lebaran seperti orang-orang pada umumnya demi mengamankan perjalanan kereta dan memberikan rambu-rambu bagi pengguna jalan menjelang kereta lewat. Pun, itu juga berlangsung di momen-momen lebaran selama 15 tahun lamanya.

Mereka membawa peralatan seadanya dan berjalan kaki dari rumah mereka yang berjarak sekitar 100 meter dari perlintasan kereta api. Bermodalkan bendera semapor, mereka menunggu perlintasan dan memberikan tanda jika kereta hendak lewat. Perlintasan tanpa palang pintu itu dulunya kerap menelan korban. Hingga akhirnya mereka jadi sukarelawan dan kerap mendapatkan pemberian berupa uang dari pengguna jalan yang merasa terbantu.

Salah satunya Suyitno warga Madiun. Dia kerap melewati jalur perlintasan kereta api tak berpalang pintu tersebut ketika akhir pekan dan hendak pulang ke rumah orang tuanya di Ngawi. Dia kerap melihat Katini, Sartono, atau dua anaknya yang menjaga palang pintu. Dia merasa sangat terbantu.

”Kalau dibilang kenal ya tidak, tapi ibu-ibu ini sering membantu pengguna jalan yang hendak melintas. Kalau sedang istirahat, biasanya suaminya yang menggantikan. Kami sebagai pengguna jalan merasa terbantu dan berterima kasih, kami tidak bisa memberikan banyak imbalan pada mereka,” kata Suyitno.

Pun, Sartono memang mengakui kalau selama ini hanya keluarga mereka yang aktif menjaga perlintasan tersebut. Dia pun merasa itu adalah tanggung jawab bersama untuk mengamankan siapa saja baik perjalanan kereta api yang mengangkut banyak penumpang sekaligus pengguna jalan yang berlalu-lalang.

”Kami sudah menjaga perlintasan ini pagi siang malam selama 15 tahu. Kami berempat sekeluarga bergantian menjaga palang pintu ini. Alhamdulillah, perjalanan kereta dan para pengguna jalan tjdak ada yang celaka. Kami harap bisa begitu seterusnya,” kata Sartono.

Salah seorang putra Sartono dan Katini, Muhammad Kholifahudin mengungkapkan kalau arus lalu lintas saat libur lebaran kali ini cukup ramai. Sehingga, mereka harus ikut sigap dalam menjaga perlintasan tersebut.

”Ya kami mengharap kalau kami tetap mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Kami banyak mengandalkan pemberian seikhlasnya dari para pengguna jalan,” katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar