Gaya Hidup

Sekali Lagi, Jatim Cetak Bibit Unggul Penulis Naskah Drama

Yusril Ihza F. A.

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah lebih dari sepuluh tahun, akhirnya Jawa Timur memiliki penulis yang meneruskan dunia kepenulisan naskah drama. , pemuda kelahiran Kota Pahlawan yang bergiat di Teater Kaki Langit telah membuktikan bahwa dirinya memang layak menyandang gelar sutradara sekaligus penulis. Hal tersebut ditunjukkan dari konsistensinya menerbitkan buku naskah drama.

Tidak banyak yang berani menerbitkan naskah drama dalam bentuk buku cetak apalagi di masa pagebluk seperti sekarang ini. Tapi bukan Yusril namanya jika tidak melawan arus. Akhir bulan Juli lalu, ia telah membukukan naskah dramanya yang berjudul “Lahirnya Kematian”. Buku tersebut tidak lahir begitu saja, sebelumnya pernah menjadi juara III sayembara naskah lakon yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur tahun 2018.

Ia menuturkan bahwa penerbitan buku naskah drama ini tidak lepas dari kegelisahannya memandang naskah drama sebagai bagian dari sastra yang jarang disentuh orang. “Saya ingin menunjukkan bahwa naskah drama, yang sejatinya adalah bagian dari sastra, juga bisa kita suguhkan menjadi bacaan yang tidak membosankan,” tuturnya saat ditemui di sela kesibukannya, Senin (10/08).

Pemuda yang gemar bertualang itu juga melanjutkan, “Melalui buku ini juga saya ingin mengajak untuk kembali merenungkan apa yang sebenarnya kita cari. Karena setiap hari kita selalu dijejali dengan sesuatu yang instan dari internet. Bukan tidak mungkin apa yang saya upayakan ini bisa menjadi penyegar, karena para pembaca kita hari ini sudah jenuh dengan hal-hal yang berbau romantisme belaka.”

Salah seorang penulis asal Madura, Royyan Julian, bahkan berkomentar, “Dalam drama ini, tokoh-tokoh yang bermain memang tidak mati secara korporeal, tetapi mati secara eksistensial. Kematian eksistensial tersebut dimulai ketika tokoh-tokoh menjadi – meminjam bahsa Sartre – objek tatapan liyan. Sementara itu, kematian korporeal yang seolah-olah merupakan konflik primer pada karya Yusril Ihza F. A. ini hanya modus untuk menawarkan persoalan utamanya, yaitu konsistensi antarmanusia dalam mengakhiri krisis eksistensi.”

Sementara itu manajer Teater Kaki Langit, Rekha Aqsolia juga mengatakan hal yang senada, “Sebagai komunitas independen sekaligus tempat untuk berproses, teman-teman dari Kaki Langit mendukung penuh langkah Yusril dan teman-teman lain yang menulis untuk mengembalikan marwah naskah drama.”

Tidak hanya itu, rencanya setelah pandemi ini berakhir, buku itu juga akan dibuatkan tour bedah buku. Melibatkan setidaknya sepuluh kolektif teater di enam kota, di antaranya: Surabaya, Madura, Malang, Mojokerto, Jogja, dan Jakarta. Perjuangan hadirnya buku mutakhir karya Yusril di tengah gempuran penerbitan puisi dan prosa ini patut diapresiasi. Bagi yang ingin memilikinya bisa menghubungi akun Instagram @lahirnyakematian Sekali lagi, Proficiat Yusril! [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar