Gaya Hidup

Sedot Banyak Penonton, Festival Nasional Reyog Ditiadakan

Pertunjukan reyog Ponorogo saat acara Grebeg Suro tahun lalu. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Seiring dengan diberlakukannya new normal di sektor keagamaan. Yakni tempat ibadah dan objek wisata religi Makam KH. Muhammad Besari. Pemkab Ponorogo berencana akan memberlakukan new normal di sektor-sektor lainnya.

Seperti kegiatan car free day (CFD) yang akhir Maret lalu ditiadakan, rencananya seminggu lagi akan kembali dibuka. Bupati Ipong Muchlissoni menyebut Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo sedang menganalisa jika kegaiatan CFD ini diperluas di beberapa jalan protokol.

“Ini masih dianalisa, selain menambah area CFD, kalau perlu durasinya juga ditambah. Bisa dilakukan di hari Sabtu dan Minggu pagi,” kata Ipong, Jumat (3/7/2020).

Selain itu, Ipong juga akan me-new normal-kan reyog. Para pegiat seni boleh menggelar pertunjukan lagi. Termasuk, reyog obyok yang digelar tanggal 11 setiap bulan. Meski nanti pelaksanaannya tidak serentak se-Ponorogo. Namun, hanya beberapa desa atau kelurahan saja yang menampilkan.

“Mungkin tidak seluruh Ponorogo, tapi per kecamatan bisa dua atau tiga dulu. Sehingga masyarakat bisa gembira,” katanya.

Meski pertunjukan reyog obyok akan diperbolehkan, dengan protokol kesehatan yang disiplin. Itu tidak berlaku bagi festival nasional reyog ponorogo (FNRP) yang biasanya dilakukan menjelang bulan suro atau muharram. Ipong mengungkapkan tidak semua kegiatan di acara grebeg suro ditiadakan. Kegiatan yang tidak melibatkan orang banyak bisa digelar.

“Selain FRNP, kegiatan pembukaan dan penutupan grebeg suro juga tidak diadakan. Sebab, kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan puluha ribu manusia yang pastinya sulit untuk dikendalikan,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar