Gaya Hidup

Sayembara Puisi Dekesda, Peserta Jauh Lampaui Target

Anggota Komite Sastra Dekesda Rafif Amir.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Komite Sastra Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) mengawali tahun 2021 dengan menggelar sayembara penulisan puisi. Tidak diduga, jumlah penyair muda Sidoarjo yang mengikuti sayembara jauh melampuai target panitia.

Demikian diungkapkan oleh anggota Komite Sastra Dekesda Rafif Amir. Menurut Rafif, sayembara dengan titel ‘5 Penyair Muda Terbaik Sidoarjo’ itu, panitia memasang target sebanyak 25 peserta. Ternyata sampai hari terakhir, Jumat (15 Januari 2021) malam tadi, naskah yang masuk sebanyak 62 peserta.

“Kita hanya menarget 25 peserta. Itu karena sayembara ini hanya untuk warga Sidoarjo. Juga, kita membatasi usia maksimal 25 tahun,” kata Rafif Amir, Sabtu (15 Januari 2021).

Tidak hanya pembatasan usia dan kewilayahan, tutur Rafif Amir, panitia memberi syarat jumlah karya yang dikirim, yakni 10 puisi. Syarat itu sebagai bentuk keseriusan dari peserta.

“Sayembara penulisan puisi, sering kali, peserta hanya diminta mengirim 1 judul. Nah, ini kita syaratnya 10 puisi. Artinya, hanya peserta yang serius atau memiliki hobi menulis puisi yang bisa mengikuti,” ujar penyair yang juga pengurus FLP (Forum Lingkar Pena) Pusat itu.

Dengan 10 puisi, menurut Rafif, juri akan bisa melihat konsistensi dan ketahanan peserta dalam menulis puisi. “Kalau bisa menuis 1 puisi yang bagus, itu bisa saja sebuah kebetulan. Tetapi dengan 10 puisi, juri akan melihat konsistensi teknik puisi dari peserta. Sehingga tidak sampai jomplang antara teknik satu puisi dengan puisi yang lain. Begitu pula perihal konsistensi perspektif penulis terhadap tema dalam puisi,” papar Rafif Amir.

Owner toko buku bekas ‘Cahaya Pustaka’ Sidoarjo ini mengaku gembira dengan jumlah peserta yang melampaui target. “Kita senang dengan antusias peserta. Ini tanda-tanda bagus bagi masa depan sastra Sidoarjo,” katanya.

Komite Sastra Dekesda, menurut Amir, bakal menerbitkan karya 5 pemenang dalam bentuk buku dengan judul ‘5 Penyair Muda Terbaik Sidoarjo’. Buku bakal dibagikan gratis saat diskusi dan launching pada hari Selasa (9 Februari 2021) mendatang.

“Sedangkan karya peserta secara keseluruhan, kita bakal kurasi lagi. Kita akan tawarkan kepada pihak-pihak tertentu untuk bisa diterbitkan,” kata lelaki murah senyum ini.

Rafif menandaskan, kegiatan ini sebenarnya memang bukan sebatas sayembara penulisan puisi. “Komite Sastra Dekesda ingin merangsang sastrawan muda untuk terus berkarya. Sekaligus mengumpulkan data penyair muda Sidoarjo. Data sekaligus karyanya. Sebab mereka-merekalah yang bakal menjadi tulang punggung masa depan sastra Sidoarjo,” tandasnya. [but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar