Gaya Hidup

Santri Gontor Ponorogo Rilis Lagu Takkan Terlupa, Ini Pesan Moralnya

Cover Album lagu Takkan Terlupa

Ponorogo (beritajatim.com) – Santri tidak melulu hanya belajar ilmu agama selama di pondok pesantren (ponpes). Namun, lebih dari itu, mereka bisa mengaktualisasi diri untuk berkarya lebih.

Salah satunya yang ditunjukkan oleh santri dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Baru-baru ini, para santri yang tergabung dalam Gontor Voice kembali merilis lagu dengan judul Takkan Terlupa.

Sesuai rilis yang diterima oleh beritajatim.com, lagu Takkan Lupa juga sudah dibuatkan video klip yang dapat dilihat kanal YouTube gontortv. Dalam video berdurasi 6 menit 16 detik tersebut, mengisahkan tentang beberapa orang alumni Gontor yang merindukan pengalaman berkesan mereka, selama menuntut ilmu di pondok pesantren. Kemudian menghajatkan untuk berkunjung dan bersilaturrahmi kepada kiai.

“Lagu yang baru dirilis ini merupakan lagu kedua dari Trilogi 90 Tahun. Lagu ‘90 Langkah’ yang menjadi pembuka rilis pada 11 Februari tahun 2019 lalu, kemudian kini disusul oleh lagu Takkan Terlupa ini,” kata Humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustadz Taufik Affandi, Senin (30/8/2021).

Produksi lagu dan video klip lagu Takkan Terlupa, melibatkan berbagai elemen. Baik dari santri maupun guru  PMDG di seluruh penjuru tanah air. Lagu ini menyiratkan bahwa semua bentuk pendidikan dan pengajaran yang diterima setiap santri PMDG, sangat berkesan dan takan pernah terlupakan walaupun sudah berada ditempat yang jauh.

Lagu Takkan Terlupa, diciptakan oleh Rahmi Nabila. Saat Dia nyantri di Gontor Putri Kampus 3 dan menjadi juara 2 pada lomba cipta lagu 90 tahun Gontor yang diadakan di Gontor Putri. Diharapkan dengan rilisnya lagu kedua dari Trilogi 90 tahun ini, dapat menumbuhkan semangat baru bagi seluruh santri dan alumni PMDG dalam berkiprah kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Rahmi Nabila, sang penulis lagu pun menyampaikan pesan kepada penikmat lagu tersebut. Bahwa untuk selalu mengingat jasa-jasa pengajarnya di pondok.

“Terimakasih untuk seluruh guru-guru kehidupan kami. Kata-katamu buatku percaya akan keajaiban sebuah doa,” kata Rahmi Nabila.

Dia dan teman lainnya mengerti, bahwa doa adalah hal paling ajaib yang pernah ada di muka bumi. Dahulu hanya bisa berdoa, semoga isi dari lagu ini dapat tersampaikan pada seluruh guru dimanapun mereka berada. Pada saat ini maupun di masa-masa selanjutnya, dan qodarullah, Allah jawab doa-doa itu malam ini dengan cara yang sangat luar biasa.

“Kepada para kiai, Ustadz, dan Ustadzah kami, terimakasih telah mengisi hati kami dengan nasihat-nasihat yang indah. Mencintai kami dengan ketulusan demi ketulusan. Maafkan kami yang sering lupa, dan belum mampu mengamalkan ilmu menjadi cahaya,” ungkapnya.

Lewat tulisan ini, Rahmi Nabila berharap dapat bertemu kembali dalam doa. Tentu doa kami yang mencintaimu dan semoga Allah lebih mencintaimu.

“Ikhlas : Dipuji tidak tinggi, dicaci tidak berhenti. Salam kami, murid-muridmu yang masih harus banyak belajar cara yang baik untuk kembali,” pungkas Rahmi Nabila. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar