Gaya Hidup

Sambut Tahun Baru Islam, Ponorogo Gelar Kirab Pusaka

Ponorogo (beritajatim.com) –Datangnya tahun baru Islam satu Muharram atau satu Suro dalam penanggalan Jawa disambut suka cita Masyarakat di tanah air, tidak terkecuali di Ponorogo.

Bahkan di bumi reyog  sudah dimulai 10 hari menjelang satu Muharram yang lalu. Banyak kegiatan budaya digelar dalam balutan perayaan grebeg suro.

Salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Ponorogo adalah kirab pusaka yang dilaksanakan pada Sabtu (31/8/2019) kemarin. Pusaka tersebut adalah Sabuk Cinde Puspito, Payung Songgsong Tunggul Wulung, dan Tombak Tunggul Nogo.

Tiga pusaka yang menjadi sejarah terbentuknya Ponorogo dikirab dari komplek makam Batoro Katong atau kota lama menuju Paseban Alun-alun atau kota tengah.

Kirab ketiga pusaka tersebut juga diikuti dibelakangnya rombongan Bupati yang menggunakan delman. Tradisi menjelang satu Muharram ini juga untuk mengenang pindahnya pusat pemerintahan Ponorogo dulu berada di kelurahan Setono dipindah ke pusat pemerintahan saat ini atau kota tengah.

”Sudah menjadi tradisi di Ponorogo dalam menyonsong tahun baru islam satu Muharram, disambut dengan suka cita oleh masyarakat,” Bupati Ipong Muchlissoni, Minggu (1/9/2019).

Berbagai acara diadakan di Kabupaten Ponorogo sejak 10 hari terakhir, dimana acara utamanya dipusatkan di alun-alun Ponorogo. Tadi malam, kata Ipong juga digelar pertunjukan wayang kulit di 21 kecamatan  yang ada di bumi reyog.

”Alhamdulillah semua acara berjalan lancar, semoga di tahun yang baru ini Ponorogo diberkahi, diridhoi dan masyarakatnya rejekinya tambah banyak,” katanya.

Ipong berharap di tahun yang baru ini jalannya pemerintahan Ponorogo lebih baik dan lancar. Selain itu juga berdoa agar tahun depan nikmat yang diberikan bisa ditingkatkan oleh Allah SWT.

”Hari ini juga ada acara larungan di Telaga Ngebel” pukasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar