Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Samantha Bowlin : Jadi Influencer Harus Jujur Saat Review Produk

Samantha Bowlin

Malang (beritajatim.com) – ‘Jurus Merangkul Audien Melalui Media Sosial’ menjadi tema webinar rangkaian hari jadi ke-15 kami. Salah satu pemateri di webinar ini adalah influencer atau artis media sosial Samantha Bowlin, Senin, (5/4/2021).

“Sekarang sudah banyak follower meski belum centang biru. Senang sih, dari yang nol tidak kepikiran sampai jadi influencer. Follower saya hampir 75 ribu,” kata Samantha.

Samantha adalah seorang influencer yang sering mereview atau membongkar rahasia sebuah produk kecantikan. Media sosial dikatakan Samantha sangat efisien untuk mempromosikan suatu produk. Sebab, gadget dan media sosial tidak bisa lepas dari tangan kalangan milenial.

“Produk kecantikan dengan influencer itu sangat penting di era sekarang yang serba digital. Kita sebagai influencer harus membantu pemasaran produk yang endorse kita. Anak-anak milenial semuanya melihat media sosial. Terutama instagram dan sekarang muncullah tiktok. Dengan kita posting itu sangat ngefek bahwa kita pakai produk kecantikan ini,” ujarnya.

Samantha mengatakan, dengan jumlah pengikut puluhan ribu di instagram. Dia merasa punya tanggungjawab seutuhnya atas produk yang dia paparkan di akun pribadinya. Samantha mengaku sebelum mereview dia harus merasakan langsung manfaat dari produk yang akan dia pamerkan ke para pengikut.

“Agar menggoda netizen pertama saya kalau ada endorse harus mencoba dulu. Saya rasakan baru saya posting karena itu tanggungjawab kita jadi harus kasih sesuatu yang real. Kalau gak bagus kita harus bilang ke perusahaan itu kalau produknya gak bagus,” tuturnya.

Samantha mengungkapkan, untuk menjadi seorang influencer harus berani berkata jujur kepada produsen produk kecantikan atau produk lainnya. Jika tidak bagus secara gamblang dia memberi masukan bahwa produk yang akan direview kurang bagus.

“Kalau gak bagus saya gak mau terima uangnya. Contoh ada produk pelangsing, saya review, BPOM dan halal misalkan. Kalau saya gak mau ya ditolak jadi tidak semua diterima dan dibilang bagus. Pernah saya bilang kurang bagus, kurang enak ke ownernya. Gak boleh sungkan, karena influencer bertanggung jawab kepada produk yang kita pakai dan kita share,” tandasnya. (luc/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar