Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

IDEAL Lamongan

Sajikan Festival Musik Pelajar hingga Sarasehan Bareng Si Raja Dangdut Koplo

Kegiatan Festival Musik Pelajar dan Sarasehan yang digelar IDEAL Lamongan, pada Sabtu (1/10/2022), di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Insan Dangdut dan Entertainment Lamongan (IDEAL) menggelar Festival Musik Pelajar dan Sarasehan bertajuk “Seniman dan Tantangannya di Era Revolusi Industri 5.0”, pada Sabtu (1/10/2022), di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

Diketahui, festival ini diikuti oleh pelajar dari 6 lembaga pendidikan di Lamongan. Sedangkan untuk sarasehan, pihak panitia menghadirkan sang raja dangdut koplo dan penabuh kendang Orkes Melayu (OM) New Pallapa, Slamet Rudi Hartono, yang kondang dipanggil Cak Met.

Turut hadir pula sebagai narasumber di antaranya Kasat Intel Polres Lamongan AKP Djoko Santoso, Kasat Binmas Polres Lamongan AKP Turkhan Badri, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan, Dianto Hari Wibowo, serta pencetus IDEAL, Cak Narto Widodo.


“Ada 6 lembaga pendidikan yang mengikuti festival ini, di antaranya SMA Negeri 2 Lamongan, SMK Negeri 1 Lamongan, SMP Negeri 5 Lamongan, MTs Islamiyag Kembangbahu, SMP Negeri 1 Mantup, dan SMP Sunan Drajat Sugio,” ujar Aria Zunaidi Siregar, Sabtu (1/10/2022).

Aria menjelaskan, selain untuk mengembangkan bakat dan kemampuan para pelajar di bidang musik, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menggeliatkan aktifitas dari para seniman dalam menghadapi revolusi industri 5.0. “Mudahan-mudahan di tahun depan kami bisa terus menggelar kegiatan semacam ini. Kami juga berharap para seniman Lamongan terus dilancarkan rezekinya,” harap Aria, sembari menyebut jika peserta festival musik ini mendapatkan tropi, piagam dan uang pembinaan.

Dalam kesempatan yang sama, pencetus IDEAL, Narto Widodo mengungkapkan, para seniman yang tergabung dalam IDEAL ini berkeinginan untuk melakukan inovasi dan beragam kegiatan demi memotivasi dan memulihkan semangat seniman pasca pandemi. “Banyak kegiatan yang kami lakukan selain menghibur warga, juga untuk meningkatkan taraf hidup anggota kami,” ungkap sesepuh seniman Lamongan tersebut.

Cak Narto, panggilan akrabnya, juga menyebut, seniman di Lamongan jumlahnya mencapai ribuan. Sedangkan untuk anggota IDEAL Lamongan ini, terdiri dari musisi, artis, tukang shooting, perias pengantin, penyedia sound system, jasa penyewaan diesel, MC dan lainnya. “IDEAL Lamongan ini kami cetuskan pada 5 Desember 2020,” sebutnya.

Lebih lanjut, Cak Narto menjelaskan, lagu wajib yang disajikan dalam festival musik pelajar kali ini adalah ‘Joko Tingkir Wali Rojo’. Menurutnya, pemilihan lagu itu dilakukan untuk mengembalikan marwah dan spirit Joko Tingkir yang sempat viral dengan lirik Joko Tingkir Ngombe Dawet.

Dangdut Koplo, Kendang dan Cak Met

Cak Met saat menghibur seniman Lamongan dengan kepiawaiannya dalam menabuh kendang, usai sarasehan, Sabtu (1/10/2022)

Dangdut koplo dan kendang adalah dua hal yang tak terpisahkan. Pasalnya, kendang menjadi instrumen yang sangat penting dalam koplo. Bahkan bisa dikatakan, tanpa kendang, dangdut tak pernah jadi koplo.

Banyak yang bilang, semua lagu bisa dikoplokan. Namun, yang menjadi parameter dari koplo adalah kendang itu sendiri. Sehingga penabuh kendang juga merupakan pemegang kendali utama dalam koplo, yang gelombangnya telah membanjiri telinga pendengar rakyat Indonesia.

Kini, meski bukan satu-satunya, Cak Met adalah sang raja dangdut koplo. Nama Cak Met kerap dijadikan rujukan dalam jagat kendang koplo. Ia mengaku, telah bermain kendang sejak masih belia. “Saya bermain kendang sejak kecil. Kelas 5 SD saya sudah naik panggung,” kata Cak Met, dalam acara Sarasehan.

Lalu sebagai pemain yang sudah melalang buana di jagat orkes dangdut biasa maupun kendang koplo, Cak Met banyak menceritakan tentang segudang pengalamannya di hadapan para seniman Lamongan. Di tingkat profesional, Cak Met yang memang sudah melegenda ini mengaku bergabung dengan New Pallapa (dulu Pallapa) sejak 1998. Cak Met kini juga menjadi ikon di Orkes Melayu New Pallapa yang dikenal dengan aliran dangdut koplo. “Saya masuk di New Pallapa sekitar tahun 1998,” imbuhnya.

Cak Met yang di kalangan penggemarnya dijuluki Ky Ageng Slamet ini berkata, sejak kecil ia memang suka bermain kendang. Bahkan, Cak Met juga masih mengingat berapa honor yang ia terima ketika awal-awal manggung tersebut. “Honor saya saat pertama manggung dulu Rp 3 ribu,” ucapnya.

Terakhir, dalam kesempatan ini Cak Met berpesan tentang 2 hal kepada para seniman Lamongan, pertama untuk terus belajar dan kedua adalah untuk tetap rukun dan damai dengan semuanya. “Tetap belajar dan sing rukun,” pesannya.

Usai menceritakan pengalamannya, di penghujung sarasehan Cak Met juga sempat tampil menghibur peserta dengan keahlian bermain kendangnya. Beberapa lagu pembuka dan penutup acara ditampilkan Cak Met di sarasehan ini. Para peserta sarasehan tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Di satu sisi, kehadiran Cak Met di Lamongan juga dimanfaatkan oleh para penggemarnya untuk meminta foto bersama. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar