Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sahabat Penyu Ingin Wilayah Pantai Teleng Ria–Pancer Door Jadi Lokasi Pelestarian Satwa

Pantai Pancer Door Pacitan jadi salah satu lokasi habitat penyu, aktivitas wisata perlu dibatasi untuk memberikan kepastian kelestarian penyu.

Pacitan (beritajatim.com) – Bukan usaha mudah untuk menjadikan Pantai Pancer Door dan Teleng Ria jadi lokasi pelestarian satwa. Utamanya penyu. Perlu waktu bertahun–tahun dan komitmen seumur hidup untuk membuat para penyu mengingat kembali habitat asal mereka di darat. Salah satunya dengan menggalakkan dan merawat tanaman pandan di pinggir pantai.

“Karena saat dilepas saat masih tukik kan pantai ini dalam keadaan ada pandannya. Kalau bisa ini jadi penunjuk kalau kelak mereka dewasa akan kembali bertelur di pesisir Pacitan. Salah satunya di Pantai Pancer,” ungkap Kristanto, Ketua Komunitas Sahabat Penyu Pacitan.

Warga Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan itu menerangkan kalau pihaknya berusaha untuk membuat kawasan pelestarian untuk satwa. Khususnya, penyu. Karena banyak faktor yang membuat hewan yang hidup di dua alam itu mudah punah. Bukan sekadar proses perkembangbiakannya yang lambat dan butuh waktu bertahun- tahun, penyu juga kerap jadi sasaran warga untuk dijadikan bagian dari kegiatan spiritual.

“Penyu betina kan baru bisa berkembang biak saat usia 40 tahun. Itupun harus dibuahi enam penyu jantan sekaligus. Mencari tempat bertelurnya pun juga tidak asal. Pantainya harus benar-benar bersih. Sementara bertelur sekali saja, telurnya kan tidak aman dari ancaman. Baik predator alami dan non alami,” katanya.

Dia mengharap dengan habitat darat yang bersahabat, penyu bisa kembali ke pesisir Pacitan. Dirinya dan rekan-rekan sekomunitasnya sebanyak 50 orang lebih siap untuk membantu untuk memantau sarang-sarang penyu. Berikut juga menyelamatkan telur yang terancam karena berada di kawasan yang rawan abrasi hingga dijamah orang-orang.

“Juga, dengan penangkaran ini memungkinkan agar telur yang menetas adalah penyu jantan. Lantaran, jumlah penyu jantan jug masih minim. Karena suhu juga berpengaruh pada tukik yang menetas. Jika di kawasan yang hangat mayoritas akan jadi penyu betina. Sementara, di penangkaran harapannya bisa jadi penyu jantan,” katanya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar