Gaya Hidup

Saatnya Komunitas Film Pelajar Berserikat

foto/ilustrasi film

Bojonegoro (beritajatim.com) – Embrio dunia gambar bergerak atau film khususnya di Jawa Timur mulai bermunculan. Apalagi era sekarang sangat didukung dengan kemudahan teknologi maupun informasi.

Pengelola Jejaring Komunitas Film Indonesia, Arief Ahmad Yani mengatakan, sebagai bentuk merangsang minat terhadap film yang mulai banyak bermunculan, sehingga komunitas film sudah saatnya berserikat.

“Terutama bagi komunitas film pelajar. Sehingga bisa mendeteksi tumbuh kembang anak dalam berproses dan melihat embrio calon film maker,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

Setiap daerah menurut Yani yang juga anggota Komunitas Film Lentera Sinema Mandiri Malang Kota (Lensa Mata) itu, selama ini sudah banyak komunitas film yang bergeliat. Hanya saja dibutuhkan inisiator untuk saling berjejaring dan berserikat.

“Berjejaring itu bisa berupa saling berkunjung, mengadakan festival secara bergantian, saling mendukung baik dari segi produksi, pemutaran, dan lain-lain,” terangnya.

Arief mengakui, sejauh ini ekosistem perfilman di daerah memang belum terbangun. Komisi Film Daerah (KFD) yang ada saat ini, menurutnya masih sebatas sebagai pintu masuk perizinan atau kerjasama dalam proses produksi.

“Komunitas-komunitas film pelajar ini rata-rata juga kurang nyambung dengan program kerja KFD. Sehingga rata-rata berdiri sendiri,” ungkapnya.

Arief menilai, ada beberapa pekerjaan rumah untuk mengembangkan perfilman di era perkembangan informasi dan komunikasi saat ini, seperti memaksimalkan ruang yang ada, menggerakkan kelompok pemutar film, dan membawa karakter dengan gaya lokalitas.

Salah seorang pelaku film di Kabupaten Bojonegoro Alfian Condro Guritno mengatakan, salah satu produk industri kreatif itu sebenarnya banyak memunculkan potensi dari berbagai sektor, mulai dari segi kemajuan pendidikan, ekonomi, kebudayaan maupun kemajuan daerah.

“Dalam proses produksi film, ada banyak sektor yang dibutuhkan. UMKM, pelaku seni, penyewaan properti, make up dan kostum, kearsipan dan masih banyak lagi,” pungkasnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar