Gaya Hidup

Ritual Kimsin, Tradisi Jelang Tahun Baru Imlek di Kota Madiun

Madiun (beritajatim.com) – Seminggu sebelum Tahun Baru Imlek, warga keturunan Tionghoa di Kota Madiun melakukan ritual memandikan rupang dewa yang disebut Ritual Kimsin.

Mereka memandikan rupang dewan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong. Membersihkan rupang tak sekadar menghilangkan debu dan kotoran yang menempel di ruang dewa. Namun, hal itu juga direfleksikan ke diri sendiri dengan membuang pikiran buruk dan memiliki kemauan untuk menjadi orang yang semakin baik. Ada pula yang sudah mandi keramas dan menjadi vegetarian sebelum menjalani ritual Kimsin.

Ritual Kimsin, tradisi jelang Tahun Baru Imlek di Kota Madiun

Sesepuh TITD Hwie Ing Kiong, Herman Tanaka mengatakan sarat makna sakral di dalam pembersihannya terkandung makna yang sakral yakni menyambut Tahun Baru Imlek.

Tahapan memandikan rupang dilaksanakan dengan perlakuan khusus. Tidak hanya menggunakan air hangat dan bunga, tapi juga alat-alat lain yang harus baru. Mulai kuas hingga kain lap.

Ritual Kimsin, tradisi jelang Tahun Baru Imlek di Kota Madiun

“Semuanya harus bersih dan tinggalkan masa lalu. Serta, harus menjadi lebih baik dari hari kemarin. Songsong tahun baru dengan kepribadian yang suci,” ujar Herman, Senin (16/1/2023).

Herman merincikan ada 22 rupang di Klenteng TITD Hwie Ing Kiong yang dilakukan proses pemandian selama satu hari. Ritual itu diikuti oleh warga keturunan Tionghoa di Kota Pendekar.

“Pemilihan waktu pembersihan bukan tanpa alasan. Dalam kepercayaan kami, sebelum Imlek roh para dewa naik ke kayangan, untuk melaporkan amal perbuatan manusia selama satu tahun terakhir kepada Raja Langit. Kondisi rupang yang kami yakini kosong terus kami bersihkan. Dengan harapan nanti setelah Imlek para dewa pulang, rupangnya sudah bersih,” sambung Herman.

Herman berharap, perayaan Tahun Imlek ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Serta, dijauhkan dari marabahaya maupun musibah. “Tahun ini sudah tidak dilakukan pembatasan. Meski begitu, semua yang datang untuk ibadah tetap diwajibkan protokol kesehatan,” pungkasnya. [fiq/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar