Gaya Hidup

Ritual Grebeg Tirto Aji: Desa dan Sumber Air Tertua di Malang

Malang (beritajatim.com) – Upacara Ritual Grebeg Tirto Aji akan masuk destinasi wisata baru yang diunggulkan Pemkab Malang. Grebeg Tirto Aji merupakan sebuah upacara pengambilan air suci yang dilaksanakan masyarakat Suku Tengger di Sendang Widodaren atau Sumber Air Mbah Kabul dan Mbah Gimbal, yang ada di Taman Wisata Air Wendit (TWAW), Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sumber air ditempat itu punya makna tersendiri bagi warga Suku Tengger. Suku yang tersebar di wilayah Wisata Gunung Bromo, masuk Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Sebelum Ritual Grebeg Tirto Aji dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tengger, terlebih dahulu masyarakat Desa Mangliawan melakukan Pagelaran Kirab Budaya, yakni memperingati Hari Jadi Desa Manliawan yang ke 1119.

Desa tersebut merupakan desa tertua, begitu juga dengan Sumber Air Wendit yang kini berada di dalam TWAW, diyakini sebagai sumber air yang tertua di Kabupaten Malang.

Sebelum dilakukan ritual pengambilan air suci di Sendang Widodaren, terlebih dahulu mengarak jampana sayuran dan buah-buahan hasil bumi dari masyarakat Suku Tengger, mulai dari pintu masuk hingga pendapa. Selanjutnya, dilakukan prosesi tari tujuh bidadari sebagai perlambang untuk mengambil air suci.

Wakil Bupati Malang sekaligus Plt Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (28/4/2019) mengatakan, dirinya memberikan apresiasi dan menyambut baik tradisi dan budaya yang dilakukan masyarakat Suku Tengger dalam mempertahankan upacara ritual Grebeg Tirto Aji atau pengambilan air suci di Sendang Widodaren. Karena upacara ritual tersebut, kini masuk dalam destinasi wisata baru di Kabupaten Malang.

Sebagai upaya pelestarian adat budaya, khususnya bagi masyarakat Suku Tengger yang senantiasa menjaga komitmen dan konsisten dalam upaya menggali, mengembangkan dan mendayagunakan potensi kepariwisataan adat Suku Tengger, ungkap Sanusi.

Menurut Sanusi, di Kabupaten Malang ini kaya dengan keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat. Sehingga, untuk melestarikan tradisi budaya tersebut, maka harus ada komitmen dari Pemerintah Daerah. Sebab, dalam tradisi yang dimiliki Suku Tengger ini, juga sebagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang. Karena Suku Tengger tersebut senantiasa mempertahankan adat istiadatnya, sebagai warisan budaya luhur dari nenek moyang.

Esensi dari Grebeg Tirto Aji sendiri, lanjut Sanusi, merupakan wujud rasa syukur yang dihaturkan warga kepada Sang Pencipta. Selain wujud rasa syukur dengan memberikan sesaji, warga Suku Tengger pun berbagi berkah dengan warga sekitar melalui jampana sayur dan buah hasil bumi yang telah didapat.

Prosesi pengambilan air suci di Sumber Mata Air Sidodaren itu, untuk dibawa pulang agar air suci itu bisa membawa keberkahan, pungkas Sanusi. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar