Gaya Hidup

Peringatan HUT RI ke 74

Ribuan Pendaki Diprediksi Banjiri Gunung Penanggungan

Pembentangan bendera merah putih saat peringatan HUT RI tahun lalu di Gunung Penanggungan. Foto : istimewa

Mojokerto (beritajatim.com) – Ribuan pendaki diprediksi akan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 74 di puncak Gunung Penanggungan. Pasalnya, tahun sebelumnya ada sekitar 3.600 pendaki merayakan HUT RI di Gunung Penanggungan.

Gunung Pawitra sebutan Gunung Penanggungan ini memiliki ketinggian 1.653 mdpl, disebut sebagai lokasi yang tepat bagi para pendaki pemula. Sehingga selalu menjadi jujukan para pecinta alam dari berbagai daerah untuk merayakan HUT RI.

Jalur pendakian yang paling banyak dilalui dari Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Jalur yang dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari ini dinilai lebih aman dan cepat sehingga para pendaki pemula tak segan untuk menjajal jalur ini.

Rencananya, pada peringatan HUT RI ke 74, Sabtu (16/8/2019) besok, di puncak Gunung Penanggungan akan menggelar upacara pengibaran bendera sepanjang 200 meter oleh salah satu Komunitas pencinta alam Team Stress Adventure (Tsaindonesia_offcial.).

Sekretaris LMDH Sumber Lestari, Khoirul Anam mengatakan, jalur pendakian Tamiajeng dibuka sejak 2003 dengan empat pos pendakian menuju ke puncak Gunung Penanggungan. “Pos 1 yakni tempat registrasi pendaki berada di Desa Tamiajeng,” ungkapnya, Jumat (16/8/2019).

Pos 1 dengan ketinggian sekitar 650 mdpl, pos 2 di ketinggian 700 mdpl, pos 3 sekitar 750 mdpl, sedangkan pos 4 ada di ketinggian 850 mdpl. Para pendaki bisa melepas lelah di setiap pos. Jalur Tamiajeng banyak dipilih karena jalur Kedungudi dan Seloliman lebih lama.

“Setelah kebakaran tahun lalu, jalur tertutup semak-semak. Utamanya di Seloliman banyak situs purbakala, jalurnya membingungkan karena bercampur jalur ke situs. Kalau jalur Tamiajeng paling aman dan cepat untuk mencapai puncak, dari pos 1 sampai ke Puncak Bayangan hanya dibutuhkan waktu 3 jam,” jelasnya.

Caption : Ratusan pendaki memadati Puncak Bayangan Gunung Penanggungan untuk menggelar upacara detik-detik peringatan HUT RI tahun lalu. Foto : istimewa

Sementara dari Puncak Bayangan ke puncak Pawitra waktu tempuhnya sekitar 2 jam sehingga jalur ini menjadi favorit bagi para pendaki pemula. Tidak hanya itu, Tamiajeng juga menjadi jalur yang paling mudah bagi para pendaki untuk mencapai Puncak Bayangan.

Di tempat ini terdapat tanah lapang yang biasa digunakan para pecinta alam untuk berkemah dan menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI. Daya tampungnya mencapai 500 tenda atau sekitar 2 ribu pendaki. Puncak Bayangan berada di arah barat daya.

“Puncak Bayangan hanya bisa diakses melalui jalur Tamiajeng. Jalur lainnya tidak melalui Puncak Bayangan. Di tempat ini bisa menikmati sunrise maupun sunsite juga pemandangan wilayah Mojokerto dari ketinggian. Padang savananya juga bagus,” jelasnya.

Jalur pendakian Tamiajeng juga selalu dipantau oleh petugas LMDH Sumber Lestari dan relawan SAR Penanggungan. Setiap hari selama 24 jam terdapat 10 petugas yang memantau di empat pos pendakian dan Puncak Bayangan. Secara keseluruhan terdapat 24 personil SAR yang siap membantu pendaki yang mengalami kondisi darurat.

“Personil kami sudah terlatih. Kalau acara besar seperti HUT Kemerdekaan RI biasanya kami dibantu PMI Kabupaten Mojokerto dan LPBI NU. Para pendaki datang dari hampir semua daerah di Jatim. Paling banyak dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Jombang dan Mojokerto sendiri,” tuturnya.

Penanggungan juga menjadi gunung suci bagi umat Hindu dan Budha. Terdapat ratusan situs purbakala di tubuh gunung ini. Situs-situs tersebut antara lain berupa candi, punden berundak, gapura dan goa yang dibangun sebelum era Majapahit abad 10 masehi sampai Majapahit akhir abad 15 masehi.

Sehingga gunung ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi sejak Januari 2015. Tahun lalu, sekitar 3.600 pendaki merayakan HUT RI di Gunung Penanggungan dan membentangkan bendera merah putih sepanjang 200 meter dari Puncak Bayangan menuju ke puncak Penanggungan.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar