Gaya Hidup

Pameran Seni Instalasi 'Upacara Bendera'

Respon Atas Riwayat Bekas Sekolah yang Jadi Dekesda

Sidoarjo (beritajatim.com) – Tahun 2020 merupakan salah satu parameter peningkatan legitimasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas kinerja Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda). Pemberian fasilitas sekretariat di Jalan Erlangga No 67, yang di lengkapi dengan Galeri Seni Rupa, merupakan tonggak sejarah perkembangan ruang seni bagi para seniman Sidoarjo khususnya. Momen spesial ini selayaknya mendapatkan sambutan respon para seniman di Sidoarjo.

Sekretariat dan Gallery baru Dekesda yang notabene dulu merupakan ex SDN Negeri Celep 2 menjadi dasar inspirasi konsep dalam pameran seni instalasi. Pameran seni instalasi dipilih karena dapat merespon semua lokasi pamer yang ada di Dekesda, baik itu indoor (dalam Gallery) atau outdoor (halaman gallery). Seni instalasi yang berbentuk tiga dimensi setidaknya dapat lebih membuat kebebasan seniman untuk mengeksplor emosi seninya dan tentunya diharapkan akan menambah pameran lebih hidup, menjadi inspirasi seni para pengunjung serta menambah wawasan dalam seni rupa di Sidoarjo khususnya.

Pameran seni instalasi ini bertemakan tentang “Upacara Bendera” dimaksudkan untuk merespon sejarah sekretariat Dekesda ex. SDN Celep 2. Pemilihan kosep tema “Upacara Bendera” merupakan bentuk recalling aktifitas rutin yang biasa dilakukan di sekolah.

Kegiatan ini bisa direspon para seniman dalam sudut pandang yang berbeda-beda. Untuk memperkaya pesan dalam berbagai sudut pandang, dalam pameran ini setidaknya akan mengundang seniman lintas generasi, seniman senior Sidoarjo dan generasi muda. Kolaborasi lintas generasi ini merupakan wujud dari semaraknya para seniman dalam menyambut ruang seni baru di Sidoarjo.

Diharapkan karya seni instalasi dengan tema “Upacara Bendera” menjadi pesan makna yang mendalam khususnya untuk Dekesda dalam mengarungi perjalanan berorganisasi. Dimana suatu organisasi yang menghormati sejarah perjuangan dan tujuan organisasi.

Upacara Bendera

Banyak cara manusia dalam menghormati dan menghargai sesuatu yang dinilai menjadi tonggak sejarah, peradaban atau keyakinan. Cara-cara manusia dalam mengharai dan menghormatinya biasanya diwujudkan dalam bentuk-bentuk ritual atau upacara yang didasarkan pada kearifan local dan peradaban msyarakatnya baik secara formal maupun informal.

Upacara bendera merupakan bagain bagaimana suatau bangsa dan Negara menghormati jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk berkibarnya bendera kebangsaan untuk cita-cita luhur mewujudkan eksistensi dan identitas suatu bangsa. Tak heran jika upacara bendera dijadikan instrument untuk memperkuat semangat kebangsaan dan jiwa korsa dalam berbangsa dan bernegara.

Secara formal Negara telah menjadikan upacara bendera dalam suatu aturan baku yang wajib dilakukan oleh semua instrument Negara, termasuk pada sekolah-sekolah. Meski dalam prakteknya upacara bendera terkadang haya sebatas rutinitas belaka yang luntur dari makna-makna sacral didalamnya. Generasi bangsa sebaiknya memiliki pemahaman atas makna upacara bendera yang mendalam karena ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan untuk para pejuang bangsa.

Sangat pantas dan wajib anak bangsa terlebih seniman untuk merespon kegiatan “Upacara Bendera” dalam berbagai prespektif makna yang hakiki. Ini berguna untuk mengingatkan anak bangsa atas semangat para pejuang merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

Maksud dan tujuan kegiatan pameran “Upacara Bendera” sebagai berikut: memperkenalkan gallery baru Dekesda, menunjukkan karya seni seniman senior dan generasi muda, memperkenalkan seni instalasi pada masyarakat Sidoarjo, menambah khazanah dan wawasan dalam seni rupa, terutama dalam konsep “Upacara Bendera”, menjadikan kolaborasi karya sebagai bentuk ruang transfer knowledge seniman senior dengan generasi muda. Pameran Seni Instalasi berlangsung pada: 2 s/d 8 Desember 2020, 09.00 – 21.00, di Galeri Dekesda Art Center, Jl.Erlangga 67 Sidoarjo. [but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar