Gaya Hidup

Ratusan Pasutri di Sampang Cerai, Ini Penyebabnya

Sampang (beritajatim.com) – Terhitung selama tujuh bulan terakhir ratusan pasangan suami istri (Pasutri) di wilayah Kabupaten Sampang, memilih pisah dengan berbagai alasan dan menyandang status duda janda.

Fa’ik, Panitera Pengadilan Agama (PA) setempat saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, selama 7 bulan di tahun 2019 ini, pengajuan gugatan cerai terbilang masih tinggi.

“Ada yang sudah diputus dan ada juga yang belum,” terangnya, Senin (12/8/2019).

Dijelaskan bahwa perkara kasus perceraian yang diterima oleh PA Sampang dari bulan Januari hingga bulan Juli 2019 mencapai 828 perkara. “Cerai talak berjumlah 289 dan cerai gugat 539 perkara,” ujarnya.

Ditanya penyebab perceraian, Fa’iq juga menuturkan yaitu mulai dari perselisihan dan pertengkaran terus menerus, kawin paksa, judi, ekonomi serta mabuk. “Termasuk juga cacat badan, kekerasan dalam rumah tangga, poligami, dihukum penjara dan meninggalkan salah satu pihak,” jelasnya.

Kemudian Fa’iq menambahkan penyebab perceraian tertinggu di Sampang, diakibatkan oleh adanya perselisihan dan pertengkaran terus menerus di dalam keluarganya. “Jumlahnya mencapai 419,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar