Gaya Hidup

Puluhan Orang Kesurupan di Depan Pendapa Bupati Jombang

Jombang (beritajatim.com) – Bau kemenyan menyeruak di depan pendapa Bupati Jombang, Senin (21/9/2020). Seiring dengan itu bunyi geletar cemeti memecah kesunyian. Orang-orang berpakaian serba hitam berbaris rapi.

Puluhan orang berpakaian hitam itu kemudian berleanggak-lenggok. Mereka juga membawa alat peraga kesenian bantengan. Kepala banteng dengan tanduk runcing dipegang oleh salah satu dari mereka. Jumlahnya puluhan.

Sejurus kemudian orang-orang yang berpakaian hitam itu menggelepar di atas aspal. Matanya melotot, mulutnya mendesik. Tubuhnya berubah menjadi kaku. Para pemain bantengan itu sedang kesurupan. Atraksi tersebut diakhiri dengan pawang bantengan menyadarkan pemain yang kesurupan.

Itulah pentas seni bantengan yang digelar Paguyuban Kesenian Tradisional (Pastra) Jombang. Kedatangan mereka ke pendapa Pemkab Jombang untuk menyampaikan tuntutan. Yakni agar mereka mendapatkan izin pementasan.

Karena selama pandemi Covid-19, kelompok seni tradisional tiarap. Mereka tidak boleh pentas. “Makanya kami meminta agar Bupati Jombang membolehkan kami pentas. Kami meminta agar seni tradisional diberi izin,” kata koordinator aksi, Kriswanto.

Kriswanto mengungkapkan, Pastra Jombang terdiri dari 50 grup kesenian, yakni seni bantengan dan kuda lumping. Namun demikian, yang hadir dalam aksi di depan pendapa Bupati Jombang adalah perwakilan dari masing-masing grup.

Kriswanto kembali menegaskan bahwa pihaknya meminta agar Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memberikan izin pementasan seni tradisional, sehingga grup tersebut tetap eksis. “Kami juga siap mematuhi protokol kesehatan dalam pementasan. Mulai mengenakan masker hingga jaga jarak,” ujarnya.

Hanya saja, dalam aksi tersebut Pastra tidak ditemui oleh bupati. Pintu pendapa Bupati Jombang tertutup dan dijaga petugas Satpol PP. Pihak Pemkab Jombang menjanjikan akan mepertemukan pelaku kesenian dengan bupati pada Senin malam usai salat isyak.

“Pementasan seni tradisional memang belum diberikan izin. Hal itu karena jumlah pasien Covid-19 masih naik turun. Pementasan seni tradisional akan memicu kerumunan,” ujar asisten I Bupati Jombang Anwar. [suf/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar