Gaya Hidup

Pudak Galery Gresik Mulai Ramai Pengunjung

Gresik (beritajatim.com) – Kendati sempat menuai kritik karena spesifikasi bangunan tidak sesuai, pusat Produk Unggulan dan Aneka Kuliner (Pudak) Galeri Gresik, mulai ramai pengunjung.

Eks tempat parkir Makam Maulana Malik Ibrahim itu, tempatnya dinilai sangat strategis karena berada di tengah-tengah kota. Sehingga, pengunjung yang didominasi para peziarah, baik yang datang dari Pulau Jawa maupun luar pulau, bisa mampir ke pusat produk unggulan maupun kuliner khas Gresik.

“Makam Maulana Malik Ibrahim banyak dikunjungi para peziarah. Hal ini sangat pas, sebab mereka para peziarah bisa berbelanja aneka produk unggulan khas Gresik,” ujar Bupati Sambari Halim Radianto, Jumat (28/02/2020).

Bangunan Pudak Galery Gresik terdiri lantai tiga. Masing-masing lantai peruntukannya berbeda. Untuk lantai satu ada produk unggulan, souvenir dan produk kerajinan khas Gresik, seperti kain batik, anyaman rotan dan anyaman pelepah pisang, kerajinan dari tikar khas Pulau Bawean.

Sedangkan lantai dua ditempati berbagai macam kuliner khas Gresik. Ada 16 stand yang berkonsep seperti food court yang akan menjual aneka kuliner terkenal dari 16 kecamatan di Gresik.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono menuturkan, 16 kecamatan yang menempati stand itu menyediakan kulinernya dari daerahnya masing-masing. “Nantinya para peziarah maupun pengunjung yang datang bisa istrirahat sambil menikmati kuliner dari 16 kecamatan asal Gresik,” tuturnya.

Sementara itu, Yayuk Rustianah (42) peziarah asal Rembang, Jawa Tengah sangat mengapresiasi adanya Pudak Gallery Gresik. Pasalnya, usai menempuh perjalanan panjang mengikuti ziarah wali songo bisa istirahat sambil melihat-lihat produk unggulan khas Gresk buat oleh-oleh di kampung halamannya. “Harganya juga tidak terlalu mahal. Mumpung ada di Gresik berziarah di makam Maulana Malik Ibrahim,” ungkapnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar