Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

PPKM Level 1, Wisata Maharani Zoo dan Goa Lamongan Segera Dibuka?

Bupati YES bersama keluarga saat berkunjung ke Maharani Zoo and Goa sebelum diberlakukan PPKM Darurat beberapa bulan yang lalu, (Dok:MZG).

Lamongan (beritajatim.com) – Selama Pandemi Covid-19, wisata bisa dikatakan sebagai sektor yang paling terdampak pandemi dan pemberlakuan PPKM. Salah satu tempat wisata yang terdampak tersebut adalah Maharani Zoo and Goa (MZG) yang berada di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.

Selain Pandemi Covid-19 membuat pihak pengelola dan karyawan di MZG kalang kabut, hal itu juga sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan satwa di MZG yang terletak bersebelahan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) tersebut.

Butuh Uluran Tangan, MZG Membuka Donasi Untuk 900 Satwa


Sehubungan dengan hal itu, saat ini di MZG terdapat kurang lebih 900 satwa yang harus dijaga keberlangsungan hidupnya. Lalu, karena tak ada pemasukan sama sekali di MZG akibat PPKM, pihak pengelola mengaku kewalahan untuk menanggung biaya perawatan dan pakan satwa yang jumlahnya tidak sedikit tersebut, utamanya satwa yang karnivora. Sehingga mereka sangat membutuhkan uluran tangan.

“Kami tidak ada pemasukan, sehingga untuk perawatan dan pakan satwa kami kesulitan. Biaya pakan saja sekitar Rp 200 juta per bulan. Belum termasuk obat, vitamin dan lain-lain. Kemudian, guna membantu kelangsungan hidup satwa yang ada di MZG ini, kami memutuskan untuk membuka donasi,” ujar Koordinator Marketing MZG, Juli Tri Wahyuningtyas, Kamis (9/9/2021).

Seiring dengan dibukanya donasi, Juli mengaku, bahwa pihak pengelola cukup terbantu. Pasalnya, banyak yang masih berantusias untuk menyumbang dan peduli terhadap kondisi satwa yang ada di MZG. Berkat donasi itu, imbuh Juli, kondisi satwa saat ini masih dalam keadaan baik-baik saja.

“Alhamdulillah banyak yang menyumbang. Walaupun dengan jumlah yang bervariasi, namun itu sangat membantu. Tentu sumbangan itu kami buat untuk pakan satwa, sehingga kondisi porsi makan mereka tak berkurang dan sesuai skala nutrisi yang ada,” terangnya.

Jadwal Kerja Karyawan MZG Dikurangi 50 Persen

Sementara itu, Solikin selaku Pimpinan di MZG juga turut menuturkan, meski pihaknya harus dihadapkan pada kondisi sulit saat pandemi, namun MZG tidak melakukan pengurangan tenaga karyawan dan pemotongan gaji. Cuma, untuk jadwal masuk karyawan diberlakukan hanya 15 hari kerja, sehingga gajinya pun menyesuaikan jadwal tersebut.

“Sejak pandemi awal 2020 lalu, jumlah karyawan kami tetap, tidak ada yang dikurangi. Tidak ada pemotongan gaji, namun gajinya menyesuaikan jadwal kerja yang dikurangi 50 persen (15 hari kerja dalam sebulan),” tutur Solikin saat dihubungi beritajatim.com.

Satwa-Satwa di MZG Lamongan Belum Dites Covid-19

Lebih lanjut, Solikin menambahkan, hingga saat ini pihaknya memang belum melakukan tes Covid-19 terhadap sejumlah satwa di MZG. Namun, pihaknya memastikan bahwa kondisi 900 satwa di MZG Lamongan ini dalam keadaan sehat semua.

“Sampai saat ini kami belum melakukan tes Covid terhadap satwa di MZG, tapi satwa-satwa kami dalam kondisi sehat. Sejauh ini kami sudah melakukan tindakan pencegahan yang ketat, yaitu dengan peningkatan imun atau kekebalan tubuh satwa melalui tindakan peningkatan asupan nutrisi, peningkatan suplemen, dan pengetatan biosecurity,” paparnya.

PPKM Level 1, Kabar Gembira Bagi MZG Lamongan

Saat ini Lamongan berhasil menjadi kabupaten pertama yang masuk kategori level 1 di Pulau Jawa, hal itu berdasarkan asesmen situasi Kemenkes RI, per tanggal 8 September 2021. Kategori itu sesuai indikator yang meliputi capaian jumlah kasus aktif (positivity rate) Lamongan di bawah 5 persen, tracing ratio lebih dari 15 yang melebihi target Kemenkes, dan kasus kematian serta pemakaian kapasitas ruang Covid yang menurun.

Tentu saja itu menjadi kabar yang menggembirakan bagi pengelola wisata, tak terkecuali MZG Lamongan. Hal tersebut sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Pemkab Lamongan bernomor 443.2/112/413.011/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Kabupaten Lamongan, yang terbit pada tanggal 8 September 2021.

Dalam SE poin (i) tersebut, menyebutkan bahwa untuk tempat wisata dapat mulai beroperasi dengan kapasitas 25 persen dan waktu operasi hingga pukul 16.00 WIB, dengan tetap menggunakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan pengaturan alur masuk-keluar pengunjung, serta menggunakan apiikasi peduli lindungi bagi pengunjung dan pegawainya.

“Alhamdulillah Lamongan menjadi kabupaten pertama yang masuk asesmen level 1 di Jawa Timur. Kita patut bersyukur atas capaian ini. Namun jangan sampai lengah dan tetap waspada karena Covid-19 masih ada. Banyak sekali yang menanyakan Pak kapan wisata dibuka? Pak kapan hajatan bisa dilakukan? Saya jawab oke-oke akan kita buka, tapi semua tetap harus dilakukan pengontrolan dan tidak euforia,” ungkap Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Situasi Maharani Zoo and Goa Paciran Lamongan tampak dari depan pada masa PPKM Darurat, di bulan Juli 2021 lalu.

Dari informasi yang dihimpun, pihak pengelola MZG Lamongan menyambut bahagia kabar dibukanya tempat wisata untuk umum tersebut. Kini, pihak pengelola tentu bisa mendapatkan pemasukan kembali setelah sekian lama tutup akibat terdampak adanya kebijakan PPKM.

Selanjutnya, pengelola MZG juga tak akan babak belur lagi dalam menjalankan perawatan dan pemenuhan pakan bagi 900 satwa yang ada. Selain itu, pihak MZG juga sudah mendapatkan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Bahkan, saat ini pihak MZG juga proses mengantongi QR kode aplikasi PeduliLindungi yang menjadi syarat pembukaan wisata. MZG juga telah mempersiapkan wahana yang ada untuk disesuaikan dengan SOP Peduli Covid-19, termasuk tersedianya tempat cuci tangan, penyemprotan desinfektan, pengaturan alur masuk-keluar pengunjung, dan alat cek suhu tubuh sebagai bentuk ketaatan terhadap prokes.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar