Gaya Hidup

PPKM Darurat Ancam Sapi Kerapan di Sampang Tidak Terawat

Pasangan sapi kerap saat berada di dalam kandang.

Sampang (beritajatim.com) – Dampak dari adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sejumlah sapi kerap atau sapi untuk kerapan mulai rusak karena kegemukan. Sebab, selama PPKM ini tidak ada event maupun perlombaan kerapan sapi.

“Sapi kerapan ini ibaratnya atlet, kalau tidak ada kejuaraan tentunya tidak ada kegiatan,” terang H. Achmadi pemilik sapi kerap asal Desa/Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Senin (2/8/2021).

Tak hanya itu, lanjut H.Achmadi, perawatan sapi juga tidak seperti biasanya. Karena sapi jarang dimandikan dan jamu dikurangi. “Biasanya kita mandikan sehari dua kali, tetapi saat ini hanya sekali bahkan tidak dimandikan, kemudian masalah jamu juga kita kurangi,” imbuhnya.

H.Achmadi berharap PPKM dan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini segera berakhir. Agar kegiatan kejuaraan kerapan sapi yang menjadi kebanggan orang Madura bisa digelar. “Semoga pandemi ini segera berakhir,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh H.Aulia Rahman selaku ketua Persatuan Olahraga Kerapan Sapi (Porkesap) Kecamatan Torjun, bahwa dampak dari adanya PPKM ini membuat sejumlah pemilik pasangan kerapan sapi kelimpungan. Sebab, khawatir kondisi sapi kerapan tidak terjaga. “Kita hanya bisa berdoa tradisi kerapan sapi dan kondisi sapi kerapan sendiri tetap terjaga, semoga pandemi ini bisa secepatnya berlalu,” tandasnya.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar