Gaya Hidup

Potret Wisata Banyuwangi Pasca Lebaran di Tengah Pandemi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi mencatat ada tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan saat libur Lebaran kemarin. Sejumlah destinasi wisata bahkan menunjukkan geliat keramaian meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda menyebut, beberapa destinasi wisata unggulan di Banyuwangi ramai dikunjungi wisatawan lokal. Sejak hari raya, peningkatan terus terjadi. Di antaranya Pantai Pulau Merah, Bangsring Underwater, Pantai Grand Watudodol (GWD), dan Pantai Boom. Rata-rata, peningkatan mencapai 110 persen.

“Kunjungan wisatawan kemarin tercatat 5.000 pengunjung. Hari ini mengalami peningkatan signifikan, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini masih belum selesai rekapitulasi,” ujar MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi,

Saat ini, kata Bramuda, sebanyak 68 destinasi wisata di Banyuwangi tetap buka. Namun pihaknya menegaskan kepada pengelola destinasi wisata untuk menjalankan protokol kesehatan. Di antaranya melakukan pengaturan jam operasional muai jam 9.00-15.00 WIB, penyediaan tempat cuci tangan dan pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dibandingkan sebelum pandemi.

“Sebelum pembukaan destinasi wisata lebaran kita lakukan monitoring dan survey, untuk memastikan apakah mereka layak membuka destinàsi wisata. Jika tak layak ya kami minta untuk ditutup. Karena lebaran pasti membludak,” tambahnya.

Selain itu, selama libur lebaran pembatasan kunjungan wisatawan dipantau melalui aplikasi. Caranya tiket masuk di setiap destinasi wisata dibatasi 50 persen dari kapasitas.

“Ada pula yang langsung kita pantau. Ada tim khusus serta imbauan terus menerus melalui woro-woro,” tegasnya.

Pembukaan destinasi wisata di Banyuwangi selama libur lebaran sudah diamini oleh Satgas COVID-19 dan kepolisian. Tujuannya, untuk menghindari penumpukan masyarakat di pusat perbelanjaan.

“Karena pelarangan mudik pastinya masyarakat mencari alternatif untuk menghabiskan waktunya, maka dengan dibuka destinasi wisata mereka bisa menyebar. Tidak hanya menuju mal sehingga menimbulkan kerumunan,” pungkasnya. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar