Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Sambut Kebangkitan Pariwisata, Mloko Sewu Ponorogo Bersolek

Pengunjung menikmati keindahan alam di tempat wisata Mloko Sewu. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tahun ini menjadi momen bangkitnya sektor pariwisata. Tes case-nya dibukanya tempat-tempat wisata pada pekan lebaran Idulfitri beberapa waktu yang lalu.

Tidak melonjaknya kasus Covid-19 pasca liburan, menjadi sinyal kebangkitan pariwisata. Bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa sektor pariwisata paling terpukul adanya pandemi Covid-19 yang merebak dua tahun belakangan ini.

Menyambut optimisme kebangkitan pariwisata itu, tempat wisata Mloko Sewu terus bersolek. Destinasi wisata yang masih satu kawasan dengan Telaga Ngebel itu melakukan peremajaan berbagai fasilitas sebagai persiapan menyambut pengunjungnya.

Fasilitas -fasilitas di Mloko Sewu yang diremajakan antara lain, gazebo, pengecetan, penambahan spot selfie, hingga mengganti beberapa spot berbahan bambu. Selain itu, akses jalan di tempat wisata itu juga tak luput dari peremajaan.

Peremajaan bukan hanya dilakukan di lingkungan tempat wisata Mloko Sewu saja, pengelola juga meremajakan papan rambu petunjuk arah menuju lokas. Papan petunjuk itu dipasang di enam titik strategis. Hal itu dilakukan, supaya mempermudahkan pengunjung untuk menuju lokasi. Terutama bagi pengunjung yang belum pernah berkunjung ke Mloko Sewu.

“Kami lakukan peremajaan beberapa fasilitas untuk menyambut pengunjung tahun ini,” kata Pengelola Mloko Sewu, Fery Andrianto, Selasa (17/5/2022).

Selain melakukan peremajaan, pihak pengelola pun melakukan inovasi. Seperti pergantian tiket konvensional menjadi tiket elektronik.

Pengunjung menikmati keindahan alam di tempat wisata Mloko Sewu. (Foto/Istimewa)

Ya, Fery menjelaskan bahwa seluruh wisata di bawah naungan Perhutani KPH Lawu bakal menerapkan tiket elektronik mulai tahun ini. Sehingga nantinya, transaksi pembelian tiketnya akan terkoneksi dengan server milik Perhutani.

“Dengan tiket elektronik ini, laporannya bisa realtime ke Perhutani,” katanya.

Penambahan sumber daya manusia (SDM) pun juga dilakukan pengelola Mloko Sewu. Di lokasi Mloko Sewu, kini petugasnya berjumlah 10 orang, setelah ditambah sebanyak 3 orang. Di luar lokasi pun juga ditambah sebanyak 5-7 orang.

“Kami berdayakan anggota karang taruna desa setempat, untuk penambahan petugas ini,” katanya.

Meski belum pulih seutuhnya, Fery optimis tahun ini ada peningkatan pengunjung dibanding dua tahun terakhir. Dia berharap tahun ini paling tidak menjadi titik awal dari kebangkitan di sektor pariwisata.

“Bismillah, tahun ini pariwisata harus bangkit,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar