Gaya Hidup

Petugas Perketat Akses Masuk ke Trawas

Mojokerto (beritajatim.com) – Gerakan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) terus dilakukan. Seperti di Mojokerto, pihak Kecamatan Trawas memperketat akses masuk ke kawasan wisata Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto di lima titik saat akhir pekan.

Camat Trawas, Agus Subyakto mengatakan, ada lima titik akses masuk wilayah Kecamatan Trawas yang menjadi fokus penjagaan. Yakni dari arah Kecamatan Mojosari tepatnya di Desa Jatijejer, akses dari arah Kecamatan Ngoro tepat di Desa Sloliman, dari arah Kecamatan Pacet yakni di Pos Damplang dan dua lainnya dari arah Pasuruan.

“Yakni di Desa Slepi dan Belik. Di 5 titik tersebut dijaga oleh para petugas dan setiap pengendara yang masuk ditanya tujuan mau kemana serta diberikan edukasi. Kami memfilter setiap orang yang masuk ke wilayah Trawas, khususnya mereka yang dari zona merah tidak diperkenankan masuk,” ungkapnya, Senin (13/4/2020).

Masih kata Agus, kecuali mereka ada kepentingan tertentu ke Trawas. Namun hal tersebut masih dengan catatan tidak diperkenankan berlama-lama. Pihaknya menampik hal tersebut merupakan penutupan jalur namun hanya pembatasan dan pembatasan tersebut dilakukan setiap tiga hari di akhir pekan.

“Pembatasan dilakukan setiap hati Jumat sampai Minggu, karena sebelum dilakukan pembatasan ini banyak orang dari zona merah masuk ke Trawas. Seperti Sidoarjo dan Surabaya ke Trawas. Termasuk di sejumlah Desa di Kecamatan Trawas juga diberlakukan hal yang sama dengan melibatkan relawan desa masing-masing,” katanya.

Petugas yang dilibatkan dari sejumlah beberapa unsur, mulai dari Polsek, Koramil, Regu Macan Putih, Satpol PP, Linmas Desa, Banser, dan beberapa Relawan. Setiap harinya selama tiga hari penjagaan terbagi menjadi beberapa sesi. Pagi hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Sementara sesi kedua hari mulai pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB.

“Karena wilayah Trawas masuk wilayah zona aman sehingga kami berupaya untuk mepertahankan dengan cara memperketat akses masuk keluar masuk wilayah kita. Diperpanjang atau tidaknya masa penjagaan ini masih belum dipastikan. Untuk rencana pertama hanya tiga hari,” tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada warga Kecamatan trawas untuk tidak keluar wilayah jika tidak ada kepentingan yang sangat urgen. Kalau pun ada yang ingin tetap bepergian keluar kota harus membawa identitas diri. Sementara warga Trawas yang mudik dari zona merah diwajibkan untuk melakukan secara mandiri yakni selama 14 hari tidak boleh keluar rumah.[tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar