Gaya Hidup

Petani Anggrek  Banjir Pesanan di Tengah Pandemi

Batu (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak karyawan yang harus kerja di runah bahkan dirumahkan. Dampaknya banyak pekerja beralih mencoba berkebun dan menanam bunga anggrek.

“Penjualan anggrek pada bulan Maret sempat mengalami penurunan sekitar 60%, akan tetapi pada awal April penjualan mulai meningkat kembali bahkan cukup signifikan dibanding beberapa bulan sebelumnya,” ungkap Dedek Setia Santoso, pembudidaya Anggrek asal Kota Batu.

Produk Anggrek yang dijual oleh DD Orchid Nursery berupa anggrek botolan, seedling, remaja dan berbunga.

“Kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat stay at home dan social distancing justru mempengaruhi peningkatan permintaan anggrek, ” beber Dedek.

Hal tersebut dikarenakan konsumen anggrek sebagian besar adalah para hobbies dan kolektor anggrek yang pada situasi sekarang justru lebih banyak berada di rumah dan mengisi keseharian mereka dengan berkebun anggrek. Tak ayal, pesanan anggrek melalui media online ikut meningkat, katanya.

Guna mendorong peningkatan permintaan anggrek, Dedek merilis silangan anggrek terbaru dengan cara mendaftarkan ke Royal Horticultural Society (RHS) London. RHS adalah induk organisasi pendaftaran anggrek dunia untuk hibrida dan spesies.

Beberapa hasil silangan anggrek yang sudah diregistrasi selama pandemi Covid-19 ini antara lain Dendrobium Mufidah J.K., Dendrobium Rita Subowo, Dendrobium I. Dwiprahasto, dan Dendrobium Kick Covid-19.

“Dengan di-registernya beberapa anggrek tersebut ternyata cukup mempengaruhi peningkatan permintaan akan tanaman anggrek. Setiap harinya puluhan sampai ratusan paket dikirim oleh DD Orchid Nursery kepada para customer atau pelanggannya yang tersebar hampir diseluruh Indonesia,” beber Dedek melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2020).

Menurut Dedek, pihaknya telah memberdayakan warga Desa Dadaprejo melalui Kelompok Tani Sanderiana yang beranggotakan 35 petani plasma. Sebagian besar petani yang tergabung di Kelompok Tani tersebut adalah ibu rumah tangga dan pekerja harian.

Mayoritas para petani membudidayakan Anggrek Dendrobium pada fase pembibitan.

“Bibit (botolan) Anggrek disuplay oleh DD Orchid Nursery sebanyak 50-100 botol per bulan. Fase pembibitan berlangsung selama enam bulan sesuai usia bibit/seedling anggrek. Anggrek yang telah dirawat oleh anggota kelompok tani ini kemudian dibantu pemasarannya oleh DD Orchid Nursery,” ujar Dedek semangat.[rea/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar