Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Perusahaan Amerika Serikat Minati Batik Pelajar SLB Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan ritel asal California Amerika Serikat (AS) meminati batik karya pelajar SLB Gresik. Batik tulis tersebut dinilai tidak kalah kualitasnya dengan batik tulis lainnya.

Karya batik tulis pelajar SLB itu sudah melalui proses belajar yang panjang dan sudah dilatih bagaimana membatik dengan baik.

Kepala Sekolah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Nur Jannah menuturkan, membut batik tulis memang dibutuhkan kesabaran. Para guru yang membimbing berulang kali memberikan pemahaman membatik kepada muridnya. Mulai dari teknik mencanting serta proses membatik hingga selesai.

“Kami bersyukur dari hasil karya ini ada perusahaan ritel asal California Amerika Serikat. Yakni, Williams Sonoma Indonesia datang ke sekolah. Perusahaan yang berada di perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas Gresik itu menawari batik karya pelajar SLB. Alhamduliah batik kita diminati. Semoga bisa berkolaborasi dengan baik,” tuturnya, Jumat (19/11/2021).

Salah satu pelajar SLB yaitu Habi dengan serius memegang canting sambil duduk bersila membatik Rusa Bawean. Pelajar berkebutuhan khusus itu, pandangannya fokus agar hasil karya membatiknya bisa maksimal. Tidak hanya Habi, rekan sejawatnya juga membatik ecoprint, konektor.

Sementara itu Yuliasari Dewi selaku office manager Williams Sonoma mengatakan, awal pihaknya tertarik setelah melihat langsung karya batik pelajar SLB dari guru setempat.

“Karena terkesan melihat batik oleh pelajar SLB. Saya kemudian mendatangi SLB Kemala Bhayangkari Gresik memberikan donasi berupa perlengkapan membatik dan membeli hasil karya dari anak-anak SLB C Kemala Bhayangkari 2. Penyerahan bantuan ini juga untuk memperingati Universal Children Day tahun 2021 yang diperingati tanggal 20 November,” katanya.

Williams Sonoma sendiri merupakan salah satu perusahaan ritel yang menjual perabot rumah tangga dan peralatan dapur berpusat di California Amerika Serikat.

“Kami melihat SLB sudah bisa berkarya saya lihat hasil karya anak-anak kagum, bagus bagi kami sayang kalau tidak dibina. Kami datang untuk membantu memfasilitasi saya percaya pasti berhasil membikin batik,” pungkas perempuan yang disapa Itta. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar