Gaya Hidup

Pertama Kalinya Yadnya Kasada Tertutup Untuk Wisatawan Bromo

Malang(beritajatim.com) – Ritual tahunan warga adat suku Tengger yakni upacar Yadnya Kasada untuk kali pertama dilakukan tertutup. Wisatawan yang biasanya menyaksikan ritual sakral warga Tengger ini dilarang hadir atau menyaksikan kegiatan keagamaan ini.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Syarif Hidayat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan warga adat dan Dinas Pariwisata Probolinggo terkait ritual Yadnya Kasada di tengah pandemi Covid-19.

“Khusus masyarakat lokal dipersilahkan naik dengan syarat menunjukkan KTP dengan alamat lokal Bromo. Prinsipnya TNBTS mendukung acara dimaksud dan akan membantu optimal dalam pelaksanaanya, sebagai bagian dari 10 cara baru kelola kawasan konservasi yaitu penghormatan nilai budaya dan adat,” papar Syarif, Jumat, (12/6/2020).

Syarif mengatakan, selain larangan dihadiri wisatawan protokol kesehatan harus dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19. Akan ada petugas kesehatan dari Puskesmas yang disiagakan di sekitaran Gunung Bromo. Kemudian warga Tengger yang akan mengikuti ritual akan melewati pemeriksaan di check point.

“Kasada tetap dilaksanakan mengingat itu ritual masyarakat tengger yang dilakukan setiap tahun. Untuk tahun ini dibatasi hanya untuk masyarakat Tengger saja,” tandasnya.

Ritual Yadnya Kasada sendiri bakal digelar pada 6 sampai 7 Juli 2020. Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar