Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Peran Ilmu Parenting, Cegah Kesalahan Pola Asuh

(Foto: Emma Bauso, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Masa kanak-kanak merupakan masalah yang penting dalam pertumbuhan seseorang. Bahkan, seringkali kepribadian anak juga sangat dipengaruhi bagaimana seorang anak mendapat pendidikan atau perhatian orang tua di masa kanak-kanak. Maka dari itu, kita perlu memahami cara yang tepat untuk mendidik anak. Ilmu yang perlu dipelajari mengenai hal ini adalah parenting.

Manfaat dari penerapan ilmu parenting dalam keluarga adalah menciptakan pola pengasuhan yang baik sehingga kita bisa memberntuk kepribadian anak dengan baik juga. Ketika pola pengasuhan diberikan dengan benar, maka kebutuhan dasar anak dapat terpenuhi dari orang tuanya. Selain itu, orang tua perlu memahami ilmu parenting, selain mengenai kebutuhan pangan, sandang dan papan.

Menanamkan nilai yang baik pada anak sejak dini akan membuat orang tua bisa lebih tenang dalam mengawasi pergaulan dikarenakan mereka sudah diberikan nilai moral dan pendidikan agama sehingga akan lebih mampu menjaga diri dari dampak negatif pergaulan yang sudah sulit untuk diatasi.

Dampak positif dari penerapan pola pengasuhan yang baik bagi masyarakat membuat anak bertumbuh menjadi seseorang yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sehingga terhindar dari pergaulan bebas atau pengaruh narkoba, sex bebas, tindakan kriminal yang mengganggu masyarakat.

Ketika anak mendapatkan pola asuh yang kurang tepat, beberapa hal ini mungkin terjadi.Kurangnya perhatian dari orang tua membuat anak jadi sering menangis dan mudah tersinggung. Perhatian yang diberikan secara fisik dan verbal harus seimbang.

Kebiasaan berbohong mungkin muncul karena takut pada orang tua. Hubungan yang dibangun dengan kurang tepat akan membuat keterbukaan menjadi sulit dilakukan, Apalagi jika orang tua memberikan reaksi yang berlebihan atas kesalahan yang pernah dilakukan anak.

Dengan memberi nasihat yang tepat dan motivasi serta apresiasi pada anak, kita bisa memberikan mereka kesadaran yang baik pada diri mereka sendiri. Kesadaran anak ini disebut self esteem, yakni ketika bisa memahami kekurangan dan kelebihan diri, serta bisa memiliki kepercayaan diri atas dirinya sendiri. Sehingga, ketika dihadapkan dengan tantangan, tidak akan muncul rasa takut yang berlebihan.

Selain itu, orang tua juga harus sadar dengan kekurangan dan kelebihan anak. Agar kita tidak membanding-bangingkan dengan anak lain. Secara tidak langsung, itu menimbulkan rasa iri hati kepada pencapaian orang lain. Maka perlu berikan nilai jika tidak ada manusia yang terlahir sempurna, mereka memiliki kelebihan dan kekurangan. (prd/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar