Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Peran Ibu-Ibu Nelayan, Penyangga Utama Perekonomian Masyarakat Pesisir Lamongan

Ibu-ibu nelayan saat menjalani aktivitas mengupas rajungan di kampung rajungan, Desa/Kecamatan Paciran, Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Selalu ada wanita hebat di balik pria yang tangguh. Mungkin ungkapan tersebut sangat cocok disematkan pada ibu-ibu nelayan yang berada di kawasan Pantura Lamongan.

Pasalnya, peran ibu-ibu nelayan di Pantura Lamongan ini begitu kentara sebagai penyangga utama perekonomian keluarga masyarakat nelayan, utamanya saat sektor ekonomi dibombardir oleh dahsyatnya gelombang pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Ketua Persaudaraan Ibu Nelayan (PIN) Lamongan, Dra. Quniah M. Amar, saat mendampingi kunjungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS), di Paciran, Lamongan, beberapa waktu lalu.


Menurut Quniah, 42 persen pekerja di sektor perikanan tangkap yang ada di Pesisir Lamongan adalah perempuan. Mereka tersebar di berbagai pusat kegiatan ekonomi nelayan, baik yang ada TPI (Tempat Pelelangan Ikan) maupun di unit usaha lainnya.

“Hampir di semua kegiatan ada peran ibu-ibu nelayan. Seperti pengorek ikan di TPI yang ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, di TPI Desa Lohgung, Desa Labuhan, Desa Kranji, Desa Weru, Desa Sidokumpul. Lalu pengupas rajungan di Desa Paciran, Desa Kemantren, Desa Sedayulawas, Desa Brengkok. Bahkan penjual hasil tangkapan di pasar-pasar tradisional, juga pengolah produksi trasi, petis, krupuk dan olahan makanan lainnya yang berbasis ikan hasil tangkapan,” ungkapnya.

Sehingga, Quniah menambahkan, dengan berbagai pekerjaan yang dilakukan ibu-ibu nelayan tersebut, maka secara otomatis mampu menghasilkan peningkatan pendapatan bagi mereka. Tak hanya upah sebagai pekerja, namun juga keuntungan dari hasil jual beli di sektor perikanan.

“Inilah yang menyebabkan ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan Pantura Lamongan relatif bisa bertahan meski dihantam wabah pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi. Peran dan kontribusi ibu-ibu dalam memperkuat ketahanan pangan di sektor ekonomi rumah tangga nelayan begitu besar,” terangnya.

Kendati demikian, Quniah menuturkan, besarnya peran penting ibu-ibu nelayan dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga masyarakat nelayan ini belum mendapatkan porsi perhatian yang cukup dari pemangku kebijakan, baik struktural maupun non struktural.

Oleh karenanya, Quniah yang juga guru ngaji di TPQ Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan ini berharap kepada para pengurus dan anggota PIN Lamongan untuk tetap bersemangat menjadi pemberdaya.

“Tidak hanya pemberdaya ekonomi, tapi juga sekaligus pemberdaya pendidikan putra putri nelayan, agar nelayan nantinya bisa lebih maju, mandiri, cerdas dan mencerahkan,” pungkasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar