Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Perahu Ijon-Ijon Kandangsemangkon Lamongan Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Bupati YES dalam Festival budaya dan kolokium yang digelar oleh Kelompok Pemaju Kebudayaan, sekaligus pameran Perahu Tradisional Ijon-ijon Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran, Sabtu (27/11/2021).

Lamongan (beritajatim.com) – Setelah sebelumnya budaya Mendhak Sangring dari Tlemang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia (Intangible Cultural Heritage atau ICH), kali ini Kabupaten Lamongan sedang berada pada tahap pengajuan penetapan ICH untuk perahu tradisional ijon-ijon.

Perahu Ijon-ijon merupakan perahu khas Lamongan, tepatnya di Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran, yang proses pembuatannya diperoleh secara turun-temurun. Perahu ini memiliki fungsi untuk menangkap, menyimpan, menampung, mengangkut serta mendinginkan atau mengawetkan ikan.

Oleh masyarakat setempat, perahu ini dikonotasikan sebagai perahu perempuan (wedok) dengan ciri inggi tumpul/papak dan badan gemuk. Terdapat simbol topeng, mata, alis, ukei/sanggul (gelung), mahkota (rambut), dan bunga.

Di Desa Kandangsemangkon, galangan perahu tradisional ijon-ijon merupakan usaha non formal, tidak berbadan hukum, usaha personal, yang keahlian dan keterampilannya diperoleh secara otodidak, pengalaman empiric alami, dan turun-temurun.

Selain itu, tahapan produksinya juga berbeda dengan galangan di daerah lain, terutama cara pengkontruksian lambung dan pemasangan gading-gading. Hingga saat ini, perahu ini masih tetap diproduksi dan mampu bertahan di Desa Kandangsemangkon karena lokasi galangan yang strategis, yakni di pinggir pesisir dan jalur jalan raya Daendels.

Bahkan, juga tersedia alat komunikasi dan listrik, serta masih ditopang oleh keberadaan sumber daya manusia (tukang pembuat perahu) yang mumpuni. Perahu Ijon-ijon sudah dikenal secara luas dan banyak diminati konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pesanan dan minat masyarakat nelayan terhadap perahu tersebut.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat menutup festival budaya Desa Kandangsemangkon pada Sabtu (27/11/2021), mengaku sangat gembira dengan tetap dilestarikannya warisan budaya perahu Ijon-ijon.

Menurut Bupati yang akrab disapa Bupati YES ini, perahu Ijon-ijon telah diusulkan menjadi salah satu warisan budaya tak benda Indonesia ke Kemendikbud-Ristek RI (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia).

“Perahu ijon-ijon ini sudah diusulkan ke Kemendikbud-Ristek. Mudah-mudahan ini segera diumumkan, supaya Ijon-ijon ini menjadi warisan budaya Paciran, khususnya untuk masyarakat Desa Kandangsemangkon. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini diumumkan, dan salah satunya ijon-ijon ini masuk,” ungkap Bupati YES.

Bupati YES dalam Festival budaya dan kolokium yang digelar oleh Kelompok Pemaju Kebudayaan, sekaligus pameran Perahu Tradisional Ijon-ijon Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran, Sabtu (27/11/2021).

Lebih lanjut Bupati YES menambahkan, perahu ini merupakan budaya lokal yang harus dipatenkan dan dilestarikan. Bahkan, jika besok diumumkan perahu Ijon-ijon ini tidak masuk, lanjut Bupati YES, maka akan diusulkan kembali.

“Ini merupakan budaya lokal yang nanti bisa dipatenkan, sehingga menjadi milik masyarakat Kandangsemangkon dan menjadi kebanggaan untuk selanjutnya supaya terus dilestarikan kebudayaan ini, selama-lamanya masih ada, jadi menjadi kebudayaan lokal di masyarakat Kandangsemangkon Paciran,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Paciran Agus Hendrawan menyampaikan, kegiatan festival budaya dan kolokium ini digelar oleh Kelompok Pemaju Kebudayaan Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran, yang penyelenggaraannya dianggap perlu untuk melestarikan budaya.

“Kenapa sih Desa Kandangsemangkon perlu mengadakan kegiatan ini? Karena ada peninggalan kebudayaan yang harus terus dilestarikan,” tutur Agus.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Kandangsemangkon Agus Mulyono. Menurutnya, perahu ini merupakan peninggalan khas yang tidak bisa diakui oleh daerah lain.

“Kami sudah mematenkan, jadi hak paten di Balai Pelestarian Cagar Budaya berupa perahu tradisional Ijon-ijon, jadi Ijon-ijon itu tidak bisa diakui di desa lain, tidak bisa diakui oleh daerah lain, kecuali Lamongan dan Kandangsemangkon,” tegasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan