Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Penukaran Uang Baru Pecahan Rp10 Ribu Banyak Diminati Jelang Lebaran Tahun Ini

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah pelaku usaha penukaran uang baru banyak bermunculan menjelang lebaran tahun ini. Seperti salah satunya sederet Jalan Imam Bonjol, seputaran Alun-alun Bojonegoro berjajar para pelaku penukaran uang baru.

Salah satu pelaku penukaran uang baru musiman itu adalah Darwin asal Medan yang merantau ke Bojonegoro. Ia sudah beberapa tahun terakhir mangkal di seputaran Alun-alun Bojonegoro untuk melayani penukaran uang baru menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah.

Baca Juga:

    Menurut Darwin, lebaran tahun ini masyarakat yang menukarkan uang baru lebih banyak pecahan Rp10 ribu. Jika pada tahun lalu, menurutnya yang banyak dicari adalah pecahan Rp2 ribu hingga Rp5 ribu. “Tahun ini lebih banyak yang menukarkan pecahan Rp10 ribu,” ujarnya, Rabu (20/4/2022).

    Setiap pecahan uang baru dia sudah mengemas masing-masing Rp100 ribu. Setiap warga yang menukarkan uang senilai Rp100 ribu itu dia mengambil untung Rp10 ribu. Sedangkan uang pecahan baru senilai Rp75 ribu dia menghargai Rp90 ribu. “Karena masih langka,” katanya.

    Darwin yang kini tinggal di Kecamatan Kedungadem itu menegaskan, bahwa penukaran uang baru itu dijamin asli. Masyarakat yang mau menukarkan uang, tegas dia, bisa mengecek sendiri jika tidak percaya. “Kalau palsu gampang saya dicari, setiap hari mangkal di sini,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad juga mengungkapkan sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat yang merasa tertipu dengan penukaran uang baru. “Sejauh ini masih aman terkendali, belum ada laporan korban penipuan uang palsu,” ujarnya.

    Menurut AKBP Muhammad, dalam suasana ekonomi yang serba sulit seperti saat ini, pihaknya tidak membatasi masyarakat dalam mencari tambahan uang untuk menyambut Idul Fitri. Namun, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menjaga diri masing-masing.

    “Jangan sampai terjadi penipuan dengan menukar uang yang tidak resmi. Kalau ragu, saran saya agar lebih aman, bisa melakukan tukar menukar uang ke perbankan yang resmi,” pungkasnya. [lus/kun]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar