Gaya Hidup

Pentas Wayang Online di Tengah Pandemi Covid-19

Pentas Wayang Kulit

Gresik (beritajatim.com)- Pentas wayang di tengah pandemi Covid-19. Itulah sepenggal kalimat pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III resmi berakhir. Di saat menuju transisi new normal, dalang asal Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik, Ki Puguh Prasetya kembali mementaskan pertunjukan yang sempat berhenti selama tiga bulan.

Dengan lakon ‘Subali Tandang’ Ki Puguh Prasetya masih semangat memainkan kedua tangannya yang memegang wayang diiringi para pesinden. Juga tujuh orang sebagai pengrawit gamelan. Pentas wayang online tersebut juga dihadiri Kapolres AKBP Arief Fitrianto beserta rombongan.

Di sela-sela pentas, Ki Puguh Prasetya juga mengimbau sebagai pekerja seni agar tetap mengkedepankan protokol kesehatan sekaligus memutus mata rantai Covid-19. “Meski kami pentas seni wayang secara online tetap melakukan psysical distancing serta menegakan protokol kesehatan,” ujarnya, Sabtu (13/6/2020)

Dia menceritakan, di pentas ini pesiden maupun pengrawit yang turut meramaikan berasal dari berbagai profesi. Baik itu PNS, karyawan swasta maupun pekerja seni. “Mereka masih kompak memainkan pentas wayang online meski sempat berhenti tiga bulan akibat pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto mengatakan, terkait dengan pertunjukkan seni wayang, saat ini Pemkab Gresik sudah menerapkan protokol kesehatan setelah berakhirnya PSBB. “Di masa transisi ini masyarakat menyesuaikan dan membentuk budaya baru dalam mengantispasi Covid-19. Salah satu caranya adalah tetap menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” paparnya.

Ia menambahkan, terkait dengan pertunjukkan seni wayang online, dirinya mendukung ide Ki Puguh Prasetya melalui penayangan secara online. “Pertunjukkan seni juga sebagai edukasi kepada masyarakat. Bahwa, kami tidak menghalangi kesenian. Namun, kami menghimbau kepada masyarakt pentingnya penegakan kesehatan tetap mengenakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” tuturnya.

Sementara itu, Leni Kurniasari (21) selaku pesiden mengaku, dirinya lega pertunjukan seni ada tanda-tanda diperbolehkan lagi di masa transisi menuju new normal. “Mudah-mudahan dengan adanya pertunjukan lagi, eksistensi kebudayaan Jawa kembali menggeliat,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar